LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya diminta tidak ‘bermain api’ membiarkan salah satu calon kepala daerah yang diduga masih positif COVID-19 menjalani tahapan ikut menjalani tahapan Pilkada.

Hal ini juga terjadi pada tes kesehatan di RSUD dr Soetomo pada 18-19 September 2020 kemarin. Simana salah satu calon kepala daerah di Surabaya yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 bisa mengikuti tahapan tes kesehatan setelah menjalani isolasi selama seminggu tanpa adanya keterangan hasil PCR.

“KPU Surabaya jangan bermain api dan membahayakan publik. Apalagi KPU Surabaya mengizinkan ada pemeriksaan kesehatan terhadap calon tertentu beberapa hari lalu, padahal hari ini diumumkan oleh KPU Pusat yang bersangkutan masih positif COVID-19. Nah itu kan juga membahayakan tenaga kesehatan yang memeriksa,” ujar Juru Bicara Tim Pemenangan Eri Cahyadi-Armuji, Achmad Hidayat, Selasa (22/09/2020).

Achmad menyesalkan sikap KPU Surabaya yang kurang transparan dan cederung tidak tegas menjalankan dalam aturan sehingga, salah satu calon kepala daerah yang oleh KPU RI dinyataan masih positif Corona bisa lolos ke tahapan tes kesehatan.

Kata Achmad, sesuai aturan, bakal calon yang positif COVID-19 tidak dapat mengikuti tahapan pemilihan hingga dinyatakan negatif berdasarkan berdasarkan tes PCR (Polymerase Chain Reaction).

Tes PCR itu sesuai Peraturan KPU RI 10/2020 maupun Keputusan Ketua KPU 412/Pl.02.2-Kpt/06/KPU/IX/2020, di mana pemeriksaan kesehatan terhadap bakal calon baru bisa dilakukan jika hasil swab-nya negatif COVID-19. Demikian pula berdasarkan Surat Ketua KPU RI nomor: 742/PL.02.2-SD/06/KPU/IX/2020.

Achmad khawatir, akibat kurang tegasnya KPU, salah satu calon yang diduga masih belum negatif COVID-19 akan menghadiri tahapan pengundian nomor urut yang dijadwalkan pada 24 September 2020 lusa.

”Maka KPU Surabaya harus klir dan eksplisit tentang status COVID-19 ini. Kami baca pernyataan di media masih berbelit. Paling tidak, kami diberi jaminan bahwa semua paslon sudah negatif COVID-19, sehingga kami nyaman dalam menjalankan semua tahapan pemilu ini,” jelasnya.

Bila KPU Surabaya tidak transparan mengenai starus COVID-19 salah satu calon tersebut, maka lajud Achmad, Tim Pemenangan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Calon Wakil Wali Kota Armuji mempertimbangkan untuk tidak menghadiri pengundian nomor urut.

”Tentu kami tidak mau mengambil risiko. . KPU Surabaya jangan bermain api dan membahayakan publik,” tegasnya lagi.

Seperti diberitakan luas, Komisioner KPU Evi Novida Ginting mengatakan, jumlah calon kepala daerah yang positif COVID-19 terus berkurang. Per hari ini, tinggal 13 orang calon kepala daerah yang belum sembuh dari COVID-19, termasuk calon dari Kota Surabaya.

Anehnya, salah satu calon kepala daerah di Surabaya yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 bisa mengikuti tahapan tes kesehatan setelah menjalani isolasi selama seminggu tanpa adanya keterangan hasil PCR, sudah negatif atau masih positif Corona.@LI-13