LENSAINDONESIA.COM: Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya tengah mengupayakan untuk melakukan pengembangan terhadap objek-objek sejarah yang ada di Surabaya.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan penataan, bahkan melakukan pemberdayaan ekonomi warga sekitar demi memaksimalkan wisata heritage di kota pahlawan.

Salah satu wilayah yang tengah dikembangkan adalah Kampung Lawang Seketeng. Objek sejarah ini bukan hanya sekedar salah satu kampung tertua di Surabaya. Namun yang jadi alasan utamanya karena kampung ini merupakan saksi sejarah Surabaya dianugrahi sebagai kota pahlawan.

Di kampung ini terdapat sebuah rumah kayu dengan atap seng hingga saat ini masih terdapat bekas tembakan dari pesawat tempur yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 1930-an.

“Bagaimana tidak, di kampung ini terdapat rumah kayu yang memiliki atap seng yang masih menyimpan bekas tembakan dari pesawat tempur yang diperkirakan didirikan sekitar tahun 1930-an,” kata Eri Cahyadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Minggu (23/09/2020)..

Tak hanya terdapat bekas tembakan saja, di kampung ini juga terdapat banyak peninggalan bersejarah. Di antaranya, Bangunan Cagar Budaya Langgar Dukuh Kayu, terakota atau saluran air yang terbuat dari tanah liat yang sudah ada pada zaman Hindia Belanda, hingga sumur yang diperkirakan sudah ada sejak zaman Majapahit. Ada pula makam Mbah Pitono yang merupakan Guru Ngaji Bung Karno.

“Ditemukan pula beberapa benda peninggalan sejarah seperti tombak dan Al Quran bertuliskan tangan,” ungkap Eri.

Bahkan di kampung ini juga terdapat beberapa mural dengan berbagai tema yang menarik. Antara lain, mural Gang I yang bertema perjuangan yang menggambarkan perjuangan arek Suroboyo dalam perannya pada masa perang kemerdekaan. Kemudian, mural di Gang III menggambarkan aktivitas dan kegiatan warga pada masa lalu, yang beraktivitas di sekitar sumur, Serta, terdapat pula gambaran penjual sate manggul di masa itu.

Ke depannya Kampung Lawang Seketeng ini dibuatkan virtual tour Lawang Seketeng. Harapannya, wisatawan dapat tetap mengunjungi Kampung Lawang Seketeng dan belajar sejarah dari kampung walau tanpa datang secara langsung ke lokasi.@budi