LENSAINDONESIA.COM: Untuk ketiga kalinya Tim Pemburu pelanggar protokol kesehatan COVID-19 Pemprov Jawa Timur merazia dan menindak Cafe Hollywing di Jl Raya Kertajaya Blok S 201 yang tetap beroperasi.

Surabaya malam, Rabu (23/09/2020) Tim Pemburu COVID-19 yang terdiri dari personel Polda Jatim, Satpol PP Pemprov Jatim, Ormas dan relawan mendapati cafe yang menyajikan minuman keras dan live musik ini, penuh dengan pengunjung yang sebagian besar tidak menggunakan masker serta mengabaikan phisycal distancing.

Mengetahui kedatangan petugas, para pengunjung tampak kaget. Bahkan sebagian dari mereka nekar melarikan diri keluar dengan menerobos petugas. Namun aksi mereka berhasil digagalkan petugas. Para pengunjung Hollywing kemudian didata dan ditahan kartu identitasnya.

Sekretaris Satpol PP Pemprov Jatim, Slamet Setyoaji mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menegakan Perda dan Pergub dalam memutus rantai pademi COVID-19, terus dilakukan sejak dimulainya PSBB pertama.

“Kami terus melakukan kegiatan ini untuk memutus rantai pademi Covid-19, dengan berkomunikasi dengan pihak Kepolisian dari Polda Jatim, TNI serta melibatkan Ormas dan Relawan,” terang Slamet, Rabu malam.

Slamet mengungkapkan, pihaknya sudah ketiga kalinya melakukan kegiatan operasi di cafe Hollywing ini, melalui dari prosedur himbauan hingga tindakan.

“Ini sudah ketiga kalinya, pertama hanya sebatas himbauan, kedua melakukan tindakan denda terhadap pengunjung,” katanya.

Masih beroperasinya Cafe Hollywing ini dinilai tidak koorperatif membantu pemerintah dalam memututus COVID-19, bahkan tetap membuka cabang di Jl Basuki Rahmat dimana Pembukaannya sendiri dilakukan saat masih masa Pademi.

“Kali ini, selain memberlakukan tindak pidana ringan (Tipiring) terhadap pengunjung dan karyawan, kami juga akan memberikan denda terhadap tempatnya sesuai Perda no 2 tahun 2020 dan Pergub no 53 tahun 2020,” papar Slamet lebih lanjut.

“Identitas pengunjung kami sita dan nanti kami serahkan ke Polrestabes Surabaya, untuk memproses penerapan Tipiringnya,” pungkasnya.

Tim Pemburu pelanggar kesegatan pademi COVID-19, dari tempat tersebut telah menindak 39 orang baik dari pengunjung maupun karyawan dengan menyita identitasnya.@rofik