LENSAINDONESIA.COM: Bupati Tapanuli Utara (Taput), Sematera Utara, Drs Nikson Nababan menerima Tim Serayu Group untuk sosialisasi program penanaman pohon tumpang sari dengan palawija di wilayah Taput.

Terkait program itu, juga dilakukan penandatanganan MoU kerjasama antara Bupati Nikson Hasan Nababan dan Direktur Utama PT Serayu Group, Hasan.

Sebelumnya, Koordinator tim sosialisasi program tanam pohon tumpangsari dari Serayu Group, Ir Rosihan bersama Direktur Utama (Dirut) Serayu Group, Hasan dan rombongan diterima Bupati Nikson di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati, di Kota Tarutung.

Pertemuan pada Senin (21/9/2020) itu, Bupati sempat memberi kesempatan jajaran bawahannya, perwakilan kepala desa se Kecamatan Pangaribuan untuk menyematkan simbol kerhormatan kepada Hasan sebagai warga kehormatan adat Batak.

Saat dilangsungkan prosesi penandatanganan MoU, Bupati cukup bersahabat dan akrab dengan Dirut Hasan yang membawa rombongan tim Serayu group dari Jakarta. Begitu pula para kepala desa se Kecamatan Pangaribuan.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Utara, Salmon Tampubolon, Koordinator penghubung PT Serayu Group, Helen Nababan.

Hasan menjelaskan, tujuani program tanam pohon tumpangsari ini untuk menyejahterakan dan membangun potensi daerah, terutama dalam program penanaman pohon secara tumpang sari.

“Saya sampaikan terimakasih kepada Bupati Tapanuli Utara berserta jajarannya yang menerima kehadiran saya untuk menyampaikan hasil riset perusahaan sejak tahun 1996, yang bergerak di bidang usaha kayu lapis dan konsultan penanaman pohon secara tumpang sari,” ungkap Hasan.

Menurut Hasan, hasil riset maupun temuannya diharapkan dapat bermanfaat untuk bersinergi dengan pemerintah daerah di berbagai kota/kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia. Sehingga, bisa menyejahterakan perekonomian rakyat melalui penanaman pohon secara tumpang sari.

“Untuk lahan satu hektar menanam pohon dengan tumpangsari tanaman palawija, hasilnya bisa sekali panen minimal setahun bernilai Rp3 miliar,” ungkap Hasan.

Hasan memprediksi bahwa ke depan akan menghadapi krisis air dan pangan. Karena itu, dirinya cukup mengapresiasi ketika menghadiri acara seminar dengan Gubernur Sumatera Utara, diundang Helen Nababan untuk dipertemukan dengan pemerintah daerah Kabupaten Tapanuli Utara.

“Kami siap menyampaikan sosialisasi program penanaman pohon secara tumpang sari, juga segera menyiapkan lahan dalam rangka menghadapi ketahanan pangan di era industri 4.0,” kata Hasan.

“Kehadiran kami setelah Mou, tentunya sinergi dengan rakyat. Selain memberikan sosialisasi program penanaman pohon secara tumpang, kami juga memberi bibit pohon kepada Bupati dan Kepala Desa secara cuma-cuma alias gratis,” ucap Hasan.

Dalam kesempatan itu, Hasan menyinggung, saat Ini tanpa disadari kita dijajah negara tempat para produsen Narkoba. Karenanya, harus lawan dengan berhenti beli Narkoba. Jangan mau dihasut ego asing melalui LSM dan hindari perbuatan yang menyesatkan seperti perjudian online.

“Saat ini, rakyat sudah susah, jangan mau dibikin susah lagi. Kita lawan Narkoba, hasutan, dan perjudian online dengan berbuat baik secara nyata. Pastinya, di bidang perkayuan dan pangan,” ucap Hasan.

Menurutnya, PT Serayu Group akan membangun Industri perkayuan. Harga jual kayu dari Indonesia keluar negeri cukup mahal. Seperti kayu Meranti, kayu Jabon, kayu Endemik Kalimantan untuk bahan pollywood, dan Kayu Albasia untuk bahan kayu lapis.

“Saya terimakasih dan apresiasi Bupati Tapanuli Utara mengharuskan masyarakatnya menanam pohon. Bidang perkayuan sangat bermanfaaf untuk perekonomian rakyat,” imbuhnya.

Bupati Nikson mendukung program penanaman pohon secara tumpang sari, karena bermanfaat untuk ketahanan pangan, khususnya masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara.

“Saya nyatakan secara langsung MoU Progam Penanaman pohon secara tumpang sari tanaman palawija ini, karena dapat memberikan harapan baru buat perekonomian rakyat Indonesia, termasuk masyarakat di Tapanuli Utara,” kata Nikson.

Bupati berharap setelah MoU, PT Serayu Group segera merealisasikan pemberian bantuan bibit pohon kepada para lurah perwakilan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara.

“Saya berharap program penanaman pohon secara tumpang sari ini, pohon kayunya bisa sebagai penahan bencana longsor dan penyimpan air. Selain hasil penjualan kayu dan tumpang sari palawijanya untuk menambah kesejahteran perekonomian masyarakat,” pungkasnya. @jrk_LI