LENSAINDONESIA.COM: Kamis (24/9/2020) sore, Satpol PP Surabaya akhirnya menindak tegas Karaoke Pop City Jl Kenjeran 223 yang masih nekat melanggar aturan Perwali nomor 33 tahun 2020.

Kasatpol PP Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, jika tempat hiburan 3 lantai itu tetap menjalankan operasional.

“Saat petugas datang, tempat hiburan ini kedapatan beroperasional. Petugas lalu menghentikan aktivitas kegiatan usaha dengan menempelkan Surat Ketetapan Sanksi Administrasi Paksaan Pemerintah, berupa penutupan sementara kegiatan,” ujarnya kepada Lensa Indonesia.

Penanggung jawab Karaoke Pop City bisa menerima penyegelan di tempatnya bekerja (andiono)
Surat penghentian paksa kegiatan yang ditempel di pintu kaca masuk Karaoke Pop City (*)

Petugas yang ditemui penanggungjawab Karaoke Pop City Jl Kenjeran, akhirnya memberikan imbauan bahwa selama pandemi Covid-19, seluruh RHU dilarang beroperasi.

Setelah menjelaskan, Karaoke Pop City akhirnya disegel menggunakan Satpol PP line. “Anggota kami tadi juga menemui Amir Faisol selaku penanggungjawab dan mengimbau mematuhi Perwali 33 tahun 2020. Kemudian Satpol PP line dipasang pada akses utama pintu harmonika,” pungkas Eddy. @wendy