LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah kini menyediakan solusi kuota internet bagi pelajar untuk kebutuhan dalam sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar berjalan dengan baik.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim meminta masyarakat tidak khawatir jika sampai penyaluran belum menerima bantuan kuota data internet.

Menteri Nadiem menyarankan, agar orang tua peserta didik, pendidik, mahasiswa atau dosen yang belum menerima bantuan segera melapor ke pimpinan satuan pendidikan dan operator sekolah maupun universitas. Keterlambatan masuknya kuota data internet, sering dikarenakan masalah akurasi nomor ponsel

“Kalau belum (terima), tahap pertama, segera melapor ke pimpinan satuan pendidikan dan operator sekolah, (karena) kepala sekolah bertanggung jawab untuk akurasi nomor, sampaikan nomor ponsel yang didaftar dan ke operator sekolah bahwa nomor terdaftar dan aktif,” ujar Nadiem dalam konferensi pers secara daring bersama Menkominfo dan Menteri BUMN, Kamis (25/9/2020).

Pihaknya terus melakukan proses penyiapan data awal verifikasi dan validasi hingga sampai bantuan kuota data internet diterima kelompok penerima bantuan.

Tahapan tersebut, lanjut Nadiem, Pertama, adalah pendataan nomor ponsel dari calon penerima bantuan kuota data oleh operator satuan pendidikan masing masing.

Untuk sekolah pada aplikasi data pokok pendidikan (Dapodik) dan PDDikti untuk universitas.

Kedua, verifikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler perusahaan telekomunikasi apakah nomor yang didata aktif, tidak aktif atau nomor tidak ditemukan.

Tahap ketiga, pimpinan satuan pendidikan baik sekolah itu kepala sekolah, maupun pendidikan tinggi itu rektor, menggugah surat pertanyaan tangung jawab mutlak.

“Jadi poin penting semua pimpinan satuan pendidikan baik kepala sekolah maupun universitas mempunyai tanggung jawab atas akurasi nomor nomor tersebut,” terangnya.

Kemudian, barulah operator satuan pendidikan melakukan pemutakhiran nomor ponsel yang aktif atau yang berubah, tidak aktif atau tidak ditemukan, untuk langsung dikirim kuota ke penerima. Karena itu, kasus penerima belum mendapat bantuan kuota data terjadi karena nomor tidak aktif atau tidak ditemukan.

“Jadi yang belum menerima, jangan khawatir penyaluran ini dilakukan secara bertahap, pastikan nomor HP akurat, karena kebanyakan belum menerima, input salah atau bukan nomor aktif,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan, ada dua tahap penyaluran setiap bulan. Sehingga jika di tahap pertama, nomor ponsel tidak akurat, maka jika masyarakat melaporkan, penyaluran bantuan kuota akan ditindaklanjuti pada penyaluran berikutnya.

“Karena itu bagi yang belum nerima jangan khawatir ada waktu untuk koreksi di tiap tahap setiap bulan, bicara ke kepsek dan operator di masing masing pendidikan,” paparnya.

Nadiem menjelaskan, bahwa penyaluran juga dilakukan tiga kali dengan rincian bulan September, Oktober, dan ketiga November dan Desember secara sekaligus. Sementara, masa berlaku data internet juga terhitung 30 hari sejak diterima masing-masing ponsel.

“Tiap penerima kuota, menerima data valid 30 hari, untuk kiriman terakhir bulan ketiga dan keempat itu valid 75 hari sejak diterima. Setiap penerima bantuan hanya untuk satu nomor ponsel tiap bulan,” pungkas Nadiem.@licom