LENSAINDONESIA.COM: Wimbo Ermanto Liaison Officer (LO) Tim Pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji meminta pihak pasangan calon Machfud Arifin Mujiaman tidak menggunakan atau mencantumkan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam alat peraga kampanye (APK) untuk bekampanye di Pilkada Surabaya 2020.

Wimbo menyampaikan, bahwa penggunaan presiden untuk kampanye kepala daerah sudah jelas dilarang dan diatur dalam dalam PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) Nomor 4 Tahun 2017.

“Kami sudah sampaikan keberatan rapat koordinasi kampanye bersama dengan timses kandidat lain dan KPU Surabaya,” katanya usai rapat APK dan Pemilu Damai di kantor KPU Kota Surabaya, Sabtu (26/09/2020).

Tak hanya itu, pihaknya juga keberatan lantaran Machfud-Mujiaman disebut mencantumkan nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam alat peraganya.

“Begitu juga kita keberatan terhadap paslon nomor urut 2 yang mencantumkan nama Biyen Risma Sak Iki MA (dulu Risma sekarang Machfud Arifin). Jadi itu kita juga keberatan,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini juga menyatakan keberatan lantaran Machfud-Mujiaman juga mencantumkan nama tokoh-tokoh lain seperti Dahlah Iskan hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Itu harus izin, karena Bu Khofifah itu Gubernur Jawa Timur. Itu kalau sudah terpasang di APK harus ada izinnya dari Mendagri,” ujarnya.

Saat ditanya apakah PDIP juga mengajukan izin lantaran karena mencantumkan nama Wali Kota Risma dalam alat peraga kampanye, Wimbo menjelaskan, bahwa Risma merupakan ketua DPP PDIP, maka hal itu bisa dilakukan.

“Terlepas bu Risma sebagai pejabat publik atau Wali Kota Surabaya tetapi beliau adalah kader PDIP,” ucapnya.

Usai pengundian nomor urut pada Kamis 24 September kemarin, Pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno mengaku senang mendapatkan nomor urut 2 di Pilkada Surabaya 2020. Nomor itu sama dengan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014 lalu.

“Pak Jokowi pada putaran pertama (Pilpres 2014) nomor 2 juga. Nomor 2 simbol victory,” ujarnya usai rapat pleno pengambilan nomor urut Paslon di Hotel Singgasana Surabaya.

Nomor 2, kata dia, adalah simbol kebersamaan, kemenangan dan kolaborasi. Hal itu baginya telah dilakukan sejak awal saat dirinya diusung delapan partai politik untuk maju Pilkada 2020.@LI-13