LENSAINDONESIA.COM: Polres Tangerang Selatan berhasil mengungkap jaringan perdagangan Narkoba jenis sabu diduga antar provinsi. Tersangka KY diringkus di sebuah Kios Tambal Ban di Jalan Arjuna, Kel. Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Pemasoknya tiga bulan berturut-turut total 3 Kg sabu, yaitu tersangka Afrisal masih buron.

Barang bukti yang berhasil disita Narkotika jenis sabu seberat 2.453,84 gram terbagi dalam delapan bungkus plastik, yang salah satunya bertuliskan “Jin Xuan Tea”.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan menjelaskan, tersangka KY ditangkap di TKP berawal dari informasi masyarakat
akan berlangsung transaksi Narkotika jenis sabu di kios Tambal ban Jalan Arjuna itu.

“Waktu kejadian pada hari Sabtu, 5 September 2020 sekira pukul 15.00 Wib,” terang Kapolres, Jumat (25/9/2020).

Ia menambahkan, Tim Opsnal Unit 2 Sat Narkoba Polres Tangerang Selatan mendapatkan informasi langsung melakukan penyelidikan
secara intensif.

“Tim Opsnal Unit 2 Dipimpin Kanit 2 Sat Narkoba Polres Tangsel mendatangi alamat yang dimaksud, dan melakukan upaya paksa berupa penggeledahan badan dan pakaian terhadap KY yang ada di Kios Tambal Ban tersebut,” imbuh Kapolres.

Dari tangan tersangka didapat 1 (satu) bungkus plastik bening yang didalamnya berisikann kristal putih (Narkotika jenis sabu) seberat 5,40 gram, kemudian tersangka KY langsung diamankan.

AKBP Iman Setiawan menerangkan, dari keterangannya, tersangka masih menyimpan barang bukti lainnya. di rumah yang beralamat di Pamulang Permai II E-70/17 Rt 007 Rw015 Kel. Benda Baru Kec. Pamulang Kota Tangerang Selatan. Tim Opsnal Unit II meluncur kealamat yang dimaksud, kemudian dilakukan penggeledahan.
Juga tempat tertutup lainnya, ditemukan 5 (lima) bungkus plastik bening berisikan sabu berat total 441,74 gram. Barang bukti ini juga disimpan tersangka di meja yang ditaruh di teras depan rumah lantai 2.

“Setelah dari rumah KY, Tim Opsnal Unit II mengarah kekontrakan tersangka yang diakui untuk menyimpan barang bukti lainnya, ditempat tersebut ditemukan barang bukti berupa 2 (dua) bungkus plastik berwarna orange bertuliskan “Alishan Jin Xuan Tea” yang berisikan plastik bening yang didalamnya berisikan kristal putih (Narkotika Jenis Shabu),” jelas Kapolres. Beratnya 2006,7 gram, yang ditemukan diruang dapur tepatnya dibawah kompor.

Kapolres Tangsel juga menjelaskan, tersangka mengaku menerima barang itu selalu dari AFRIZAL (DPO). Tersangka ini diakui KY, memberikan sabu kepadanya sebanyak 3 kali, yaitu Juli sebanyak 1 Kilogram sabu dan barangnya sudah habis terjual. Selanjutnya, Agustus menerima 2 Kilogram juga habis terjual.

Ketiga, Afrisal memberikan 3 Kg tepatnya, 26 Agustus 2020. “Setengah Kilogram sudah terjual, dan sisanya menjadi barangbukti yang diamankan. Selanjutnya, barang bukti dan tersangka dibawa kekantor Polres Tangerang Selatan guna proses hukum,” imbuh Kapolres.

Rincian barang bukti sabu yang diamankan itu, antara lain;

– 1 (satu) bungkus plastic bening yang berisikan kristal putih yang berisikan (Narkotika Jenis Shabu) dengan berat bruto
keseluruhan 5,40 (lima koma empat puluh) gram.

– 5 (lima) bungkus plastic bening yang berisikan kristal putih yang berisikan (Narkotika Jenis Shabu) dengan berat bruto keseluruhan 441,74 (empat ratus empat pulih satu koma tujuh puluh empat) gram.

– 2 (dua) bungkus plastic berwarna orange bertuliskan Alishan Jin Xuan Tea yang berisikan plastic bening yang didalamnya berisikan kristal putih yang berisikan (Narkotika Jenis Shabu) dengan berat bruto keseluruhan 2006,7 (dua ribu enam koma tujuh) gram.

Kapolres AKBP Iman Setiawan menegaskan tersangka KY dikenakan hukuman;

– Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Dalam hal Perbuatan menawarkan
untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau Menerima Narkotika Golongan
I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram, Pelaku dipidana dengan
pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh)
tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditambah 1/3 (sepertiga), Denda paling sedikit
Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan Denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) ditambah
1/3 (sepertiga).

– Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika:

“Dalam hal Perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (2) beratnya melebihi 5 (lima) gram, Pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditambah 1/3 (sepertiga), Denda paling sedikit Rp. 80000000000 delapan ratus juta rupiah) dan Denda paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga),” pungkas Kapolres. @dan/jrk_LI