LENSAINDONESIA.COM: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kerja bareng Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban kembangkan tanaman anggur, lengkeng dan jeruk di area green belt Pabrik Tuban.

Budidaya tanaman buah kali ini ada di area seluas 1 hektare di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dengan melibatkan 50 petani green belt.

“Usai penelitian, Tim Balitjestro menilai lahan green belt Pabrik Tuban cocok ditanami jeruk, anggur dan lengkeng. Tiga jenis buahan itu dipilih karena masih jarang dibudidayakan di Tuban, terutama jeruk dan anggur,” tutur General Manager of Mining & Raw Material SIG, Musiran dari keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Sabtu (26/09/2020).

Total yang telah ditanam di kawasan tambang sebanyak 10.000 pohon yang tersebar di area green belt.

Ia menambahkan, sebagian ditanam di area demplot sebanyak 142 bibit anggur, yakni jenis Jestro AG-86, Prabu Bestari, Jan Ethes SP1, dan Probolinggo Biru. Serta 60 bibit lengkeng jenis kateki, 127 bibit jeruk keprok Madura dan keprok tejakula.

Sementara itu, Peneliti Ahli Madya Balitjestro Kementerian Pertanian RI, Anang Triwiratno menyampaikan, SIG memiliki tanah subur di lahan green belt dan kawasan tambang yang berpotensi untuk pengembangan tanaman buah.

“Sejak 2019 kami beekolaborasi dengan SIG berupa pendampingan teknologi inovatif pengembangan tanaman berkelanjutan dengan memberikan 12.000 bibit buah dan cara pembuatan demplot, pelatihan, pembinaan kelembagaan, dan asistensi pertanaman bagi petani green belt,” tandasnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, tanaman yang ditanam oleh petani tumbuh dan berkembang baik, bahkan hasilnya diatas rata-rata.

“Semoga melalui program ini nantinya hasil panen petani green belt berupa jeruk, anggur dan lengkeng bisa menjadi produk unggulan kota Tuban. Budidaya tanaman buah ini selain bisa meningkatkan produktifitas kawasan lahan tambang dan green belt juga mampu menambah penghasilan bagi para petani”, imbuh Anang.

Salah satu petani green belt binaan SIG, Kawan, nampak antusias bisa belajar menanam tiga jenis tanaman buah tersebut. Terlebih didampingi langsung tim dari Balitjestro yang singgah ke Tuban tiap satu atau dua bulan sekali.

“Perawatan tanaman buah ini memang agak rumit, namun karena didampingi, ya lama-lama bisa juga. Kami diajari mulai cara menanam, pemupukan, pendangiran, sampai panen nanti,” tutupnya.@Rel-Licom