LENSAINDONESIA.COM: Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) menggelar peringatan 60 tahun Pidato Bung Karno pada Sidang Umum PBB ke 15 pada 30 September 1960. Peringatan peristiwa sejarah besar Indonesia di mata dunia yang tidak dikenal generasi milenial ini, berlangsung di Pasar Gembrong, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Dalam sejarah disebutkan pidato Presiden RI ke-1 Bung Karno pada sidang PBB itu berjudul “To Build the world a new”. Pahlawan proklamator RI itu, menjelaskan tentang perlunya membangun kembali dunia baru.

“Dunia yang telah porak poranda pasca Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan masalah Asia Afrika serta pembelahan akibat imperialisme dan komunisme harus segera diakhiri. Kita adalah warna dunia yang harus bersatu dalam tatanan dunia baru,” jelas Ketua Majelis Hikmah KITA, Taufik Rahzen, mengambil intisari pidato Bung Karno.

Bung Karno pada saat itu, menurut Taufik, mencanangkan dan menawarkan bahwa PANCASILA, Lima prinsip Dasar sebagai Panduan Bangsa Indonesia: Believe in God, Nationality, Humanity, Democracy dan Social Justice.

Deklarasi di Cirebon

KITA tidak hanya menggelar peringatan untuk mengingatkan publik milenial bahwa Indonesia sebagai bangsa besar yang diakui dunia pada zaman Presiden RI-1 Bung Karno, sebutan populer Ir Soekarno. Rabu kemarin, di Kota Cirebon Jawa Barat, KITA juga menggelar deklarasi untuk wilayah di kota ini.

Deklarasi itu tidak hanya dihadiri 19 pengurus KITA. Uniknya, peserta deklarasi justru para pemulung di Tempat Pembuangan Ahir (TPA) Kopi Luhur, Kecamatan Argasunya, Kota Cirebon.

Ketua KITA Pusat, Maman Imanulhaq mengatakan bahwa persoalan masyarakat Indonesia saat ini bukan hanya menghadapi pandemi
Covid 19. Namun, juga ada kemiskinan ekstrim, ketersesakan kota dan pengelolaan sampah.

“Kita butuh keseriusan, kecerdasan dan sikap gotong royong menghadapi patalogi sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” tegas tokoh muda Nahdlatul Ulama, yang juga anggota DPR RI ini.

Ketua KITA Cirebon, A Muiz Syaeroji menegaskan bahwa keragaman yang menjadi ciri khas Indonesia adalah anugerah yang
harus dirawat agar bangsa ini terus melangkah maju, bergerak menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

“Semangat tauhid mengajarkan kita, bahwa bila kita yakin Allah Satu, maka kita wajib bersatu”, tegas Muiz, yang putera Ulama
Besar KH. Syaeroji Babakan Ciwaringin Cirebon.

Deklarasi KITA Cirebon ini, program lanjutan dari KITA yang dideklarasikan di Jakarta pada 19 Agustus 2020. Disebutkan, KITA akan terus bergerak dalam politik kesadaran dan mengawal tujuan berbangsa dan bernegara.

Sebelumnya, juga sudah dideklarasikan di Medan, Jogjakarta, Bandung dan Banten.

KITA Cirebon ini meliputi wilayah Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu dan Subang. Dipimpin Majelis Hikmah
Kiai Jamaluddin, Ketua Kebijakan Abdul Muiz Syeroji, Sekjen Rofahan dan Dewan Perwakilan Ade Durywan. @jrk-LI