LENSAINDONESIA.COM: Hari ini, 5 Oktober 2020, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-75.

Terlahir dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 5 Oktober 1945, saat ini TNI telah tumbuh sebagai militer profesional.

Seusai UU Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, TNI diperankan sebagai alat untuk menjaga kedaulatan negara dengan tugas pokok melaksanakan operasi militer untuk perang (OMP) dan sejumlah bentuk operasi militer selain perang (OMSP).

“TNI akan selalu siap sedia menjaga dan mengamankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan cara berperang sekali pun,” kata Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI-Polri (GM FKPPI) Jawa Timur, Satria Muhammad Adipratama dalam keterangan tertulis yang diterima lensaindonesia.com, Senin 5 Oktober 2020.

Pada masa pandemi COVID-19 saat ini, TNI menjalankan perannya melakukan operasi militer selain perang. Partisipasi militer dalam operasi tanggap darurat maupun penanggulangan krisis dalam penanganan pandemi COVID-19 patut diacungi jempol.

Menurut Satria, TNI merupakan pilar penjaga kedaulatan dan keselamatan negara. Dengan terciptanya negara yang aman dan pertahanan yang kuat, maka sendi-sendi kehidupan akan tumbuh dengan baik.

“Stabilitas merupakan pondasi untuk bertumbuhnya ekonomi dan kesejahteraan. Maka disinilah peran besar TNI bagi Indonesia. Ada sebuah adagium kuno yang kemudian menjadi salah satu paradigma militer di seluruh dunia dan masih berlaku sampai saat ini, yaitu ‘Si vis pacem, para bellum’ yang berarti ‘Jika anda ingin damai, maka anda harus siap berperang’.”

“Maka dari itu TNI adalah simbol kedamaian itu sendiri, karena TNI selain bersiap untuk berperang, TNI juga menjaga pertahanan NKRI dan juga sekaligus menjaga keutuhan NKRI itu sendiri,” jelasnya.

Sebagai patriot bangsa, TNI sudah memberikan segala yang terbaik termasuk juga mengorbankan nyawanya untuk Indonesia. Bukan lagi soal materi dan kekuasaan ataupun nama baik. Sosoknya selalu tahu yang harus diperjuangkan demi sebuah bangsa, tanah air, negara dan keluarga.

“Di hari yang berbahagia ini, tak terasa sudah 75 tahun TNI sebagai pembina tertua kami di Generasi Muda Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra/Putri TNI/Polri. Kami selalu berdoa, mendukung serta muncul dan tenggelam bersama TNI.

Bersama Rakyat, TNI kuat ! Dirgahayu 75 tahun TNI. Darat, laut, udara bersinergi untuk negeri,” ujar Satria.@LI-13