LENSINDONESIA.COM: Semangat gotong royong warga Perumahan Taman Sejahtera, RT 01, RW 07 Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Surabaya, untuk mengelola lingkungan yang bersih, aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19 semakin gayung bersambut. Bahkan, warga juga kompak menggerakkan ekonomi dengan memanfaatkan potensi kampung selama masa pandemi.

Untuk memotivasi semangat gotong royong, khususnya dalam menciptakan kampung berswadaya dan bergerak di bidang ekonomi mandiri, warga Taman Sejahtera ini sepakat memperkenalkan kampungnya dengan nama “Kampung Pokak”.

“Nama ini diambil dari hasil swadaya warga (UMKM) memproduksi minuman sehat dari bahan empon-empon di tengah pandemi Covid-19,” kata Agus Santoso, Ketua RT 01 RW 07 itu kepada Lensaindonesia.com, di sela-sela acara kunjungan Tim Juri Lomba Surabaya Smart City (SSC) 2020 ke kampungnya, Minggu (4/10/2020).

Mbah Kung Mansyur, pelopor minuman racikan empon-empon “Pokak” lawan virus Corona di Kampung “Pokak”, menunjukkan kemasan suplemen hasil racikannya. @foto: dok.duta

Nama “pokak” adalah jenis minuman racikan empon-empon, merupakan suplemen tradisional, termasuk suplemen khas asli “Arek Suroboyo”. Walikota Surabaya Tri Rismaharini pernah menuturkan, empon-empon (pokak) itu bukan obat, namun dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas), agar tidak mudah sakit dan terserang virus.

Sebagai Ketua RT, Agus sangat disiplin menggerakkan warganya untuk melaksanakan protokol kesehatan selama pandemi. Termasuk, mewajibkan anak-anak menggunakan masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.

Bahkan, pintu gerbang pemukiman warga yang menggunakan sistem “one gate” menerapkan pintu buka tutup. Cukup steril bagi tamu. Itu pun masih dilengkapi hand sanitizer yang di saat-saat tertentu menyemprot secara otomatis dari bagian atas pintu gerbang.

“Kampung Pokak” ini terpilih sebagai salah satu dari 2 RT yang mewakili RW 07, Kelurahan Balas Klumprik untuk dinilai Tim Juri SSC. Kampung ini jadi andalan RW 07 itu, lantaran karakter gotong royong warga mampu dibuktikan sejak sebelum masa pandemi.

“Di saat pandemi Covid-19, semangat kebersamaan, bahkan semakin tinggi,” jelas Agus.

Selain itu, warga kampung ini juga dikenal punya kesadaran tinggi dalam menciptakan lingkungan hijau dan bersih. Contoh lingkungan hijau, pemukiman tidak hanya sarat berbagai jenis tanaman bunga hias. Lahan pekarangan ditanami pohon produktif seperti berbagai jenis mangga, berbagai jenis jambu, sirsak, blimbing, kelengkeng, dan berbagai jenis jeruk. Ada pula pohon kelapa, pohon asem, pohon nangka, pohon melinjo.

Tim Juri SSC 2020 berselvie ria usai menilai Kampung “Pokak” di RT 01 RW 07, Kel. Balas Klumprik, Kec. Wiyung, Surabaya. @foto.dok duta

Pekarangan kosong lainnya juga tetap dimanfaatkan jadi lahan pertanian perkotaan dengan ditanami seperti pohon singkong, pisang, sereh, pisang, dan sebagainya. Sebelumnya, warga pernah mencoba budidaya ikan lele.

Warga juga membangun secara swadaya joglo mini untuk fasilitas perpustakaan mini anak-anak. Ini pun dilengkapi kolam air mancur hias. Juga terdapat fasilitas olahraga bola voli.

Dalam menciptakan lingkungan bersih, misalnya soal sampah. Warga amat disiplin mengelolanya. Juga telah dibuat sistem drainage yang ideal, sehingga kampung ini setiap musim hujan selalu terbebas dari banjir.

Ketua RT Agus dalam memelihara semangat gotong royong, guyub dan aman kampungnya ini, tidak merubah kebiasaan warga yang tiap malam wajib tugas jaga secara bergilir. Kali ini, diharuskan mematuhi protokol kesehatan. Ini pun dilengkapi budaya jimpitan. Setiap rumah dipasang kotak sumbangan swadaya kas warga yang besarannya seikhlasnya. Warga yang tugas jaga, saat ronda keliling diwajibkan memungut uang di kotak masing-masing rumah.

Saking bersemangatnya warga menjadikan “kampung tangguh” dan ”wani sehat“ menghadapi pandemi Covid-19 itulah, sehingga dipilih nama “Kampung Pokak”, salah satu andalan produk UMKM warga.

Produk UMKM Kampung “Pokak” di masa pandemi, minuman dan makanan siap saji “It’s Yours” diperlihatkan Ibu Agus Santoso, Ny Ketua RT 01/RW 07 Balasklumprik (konstum biru) saat dinilai Tim Juri SSC 2020. @foto:dok.duta.

“Warga (dipelopori Mbah Kung Mansyur) memproduksi pokak ini sebenarnya sejak sebelum ada Covid-19 sekitar tahun 2012-an,” kata Ketua RT Agus, yang menekuni bisnis UMKM ikan lele.

Minuman suplemen “Pokak” pun semakin dikenal dan produksi meningkat sejak muncul virus Corona.

Mbah Kung Mansyur menjelaskan, bahannya dari empon-empon, yaitu kepulogo, cengkeh, jahe, sereh, mrico, dan gula merah. Dikemas dalam botol 600 mili liter dihargai cukup murah Rp 7 ribu sebagai penghangat tubuh maupun imunitas yang sekaligus ampuh menghadapi virus Corona.

“Sebelumnya, yang pesen Cuma warga sekitar. Sekarang, pesen lewat telepon (081231182066) semakin banyak,” kata Mbah Kung Mansyur, yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja bangunan.

“Kampung ini (Kampung Pokak) salah satu yang kita (tim juri) kunjungi hari ini. Tahapan ini untuk memilih 150 yang terbaik dari 500 RW yang jadi peserta SSC,” jelas Hari Mursito, anggota tim juri yang berjumlah 8 orang, kepada LensaIndonesia.

Ny. Rini Joni Lomi didampingi Sekretaris RT 01/RW 07 Tomijan dan Produsen F&B “Basseley Healthy N Fresh” menujukkan hasil produknya, sambel kemasan khas Surabaya. @foto.dok.duta.

Tim juri mendatangi 2 kampung (RT) di RW 07 pada Minggu sore ini, setelah sejak pagi melakukan penilian ke sejumlah RW. Hari ini, menuntaskan menilai total 52 RW di wilayah Surabaya Selatan.

“Penilaian Tim Juri ke kampung-kampung seperti ini sejak 28 September lalu. Target selesai mendatangi dan menilai peserta 500 RW hingga 28 Oktober nanti,” tambah Mursito.

Tekad warga menjadikan “Kampung Pokak” dan berharap bisa menang SSC 2020 ini, bukan tanpa alasan. Karena tujuh tahun lalu, saat penghini kampung ini belum sepadat saat ini, warga mampu menunjukkan prestasi sempat dikunjungi Walikota Tri Rismaharini dan menjadi juara Lomba “Surabaya Green and Clean”. Meski pun saat itu hanya menang Juara Harapan.

“Semoga kita bisa menjadikan lebih berprestasi,” demikian harapan Ketua RT Agus yang mendapat dukungan penuh tokoh RW 07, Djoeli Wahsono yang dua periode menjabat Ketua RW 07.

“Alhamdulillah, selama pandemi Covid-19, semua warga di sini tetap sehat,” tambah Agus.

UMKM Unggulan “Kampung Pokak”

Taman Sejahtera sebagai kampung unggul dan tangguh dalam hal memberdayakan ekonomi selama masa pandemi, ternyata bukan cuma satu produk UMKM, minuman “pokak” saja yang jadi unggulan untuk mendukung dapat nilai terbaik. Sehingga, bisa masuk ke 150 RW untuk dinilai tahap berikutnya.

Masih sederet produk UMKM lainnya yang dihasilkan warga. Sebelum pandemi, warga sebenarnya hanya terbatas yang bergerak di UMKM. Karena latar belakangnya beragam. Ada profesi guru (ASN), ada pula ASN (Aparatur Sipil Negara) yang lain, juga karyawan swasta, kontraktor, praktisi, dan sebagainya.

Sejak dilanda Covid-19, kreatifitas warga untuk tetap tangguh bermunculan. Ny Rini contohnya. Dia bersama suaminya, Joni Lomi semakin meningkatkan produk sambel kemasan dalam botol berlebel “Bu Rin”. Usaha yang dirintis sebelum pandemi ini, kini dikembangkan ke sistem reseller atau melayani pembeli untuk dipasarkan kembali.

“Setelah ada Covid, permintaan reseller lewat online (bisa via ponsel 082231435361) semakin meningkat sampai Jakarta,” kata Ny. Rini, yang karyawan perusahaan di bawah naungan BUMN. Produknya, Sambel Bawang (Rp13 ribu), Sambel Ikan Peda (Rp18 ribu), Sambel Ikan Cumi (Rp23 ribu).

Lain lagi, Sutopo yang berprofesi guru. Dia bersama isterinya mengembangkan produk kemasan “Singkong Keju D-9” dan “Combro Kemangi Pedas”. Kedua makanan ringan ini bisa disimpan berhari-hari di freezer, sebelum digoreng.

Rafidayyin, yang sebelumnya bekerja di perusahaan swasta juga mengembangkan usaha UMKM grosir dan eceran kaos futsal. Tetangganya, Erafit sebagai pekerja swasta juga mengembangkan usaha sendiri sebagai produsen F & B merk Basseley Healthy N Fresh. Kedua UMKM ini masuk kategori Keluarga Mandiri, karena melakukan inovasi selama pandemi.

Ada pula warga yang terus mengembangkan UMKM-nya sejak sebelum pandemi. Jangkung Sugiarto bertahan survive dengan UMKM bidang jasa dan Service fotocopy dan ATK dan menerima layanan via online (0812166`972) di masa pandemi.

Ispandi bertahan dengan jasa bekamnya di masa pandemi, juga melayani panggilan via online (0815748735828). Lain lagi warga, Tomijan Timotius. Sekretaris RT ini menjadi produsen makanan siap saji dengan merk “It’s Yours”.

Warga yang juga karyawan perusahaan swasta, Budi Sumartono mengembangkan potensi isterinya di masa pandemi dengan menginovasi toko sembako di rumah. Juga ada sejumlah warga lagi yang bersemangat tangguh di bidang ekonomi selama pandemi.

Kampung “Pokak”, sebagaimana harapan pengurusnya RT-nya, tidak hanya bertekad dapat mampu tangguh ‘bergotong royong” dan aman di bidang ekonomi dalam menghadapi pandemi. Mereka juga berharap tetap bisa sehat di tengah cengkeraman pandemi, dan bisa menang di Lomba SSC 2020. @jrk-LI