LENSAINDONESIA.COM: Eddie Van Halen gitaris band legendaris Van Halen meninggal dunia di Amerika Serikat, Selasa (06/10/2020).

Musisi berdarah Belanda-Indonesia itu meninggal di usia 65 tahun akibat kanker.

“Saya tidak percaya saya harus menulis ini, tetapi ayah saya, Edward Lodewijk Van Halen, telah melepas perjuangannya yang panjang dan sulit melawan kanker pagi ini,” tulis putra Eddie, Wolf Van Halen dalam pesan di Twitter disertai foto ayahnya, seperti dikutip AFP.

Wolf mengatakan, Eddie adalah sosok ayah yang baik. ” Dia adalah ayah terbaik,” sebutnya.

Kata Wolf, ayahnya juga memiliki kepribadian baik di atas panggung maupun di luar panggung. Bagi dia, memiliki ayah seperti Eddie adalah hadiah istimewa.

Karena itu, Wolf merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Eddy Van Halen.

“Hatiku hancur dan kurasa aku tidak akan pernah pulih sepenuhnya dari kehilangan ini. Aku sangat mencintaimu, Pop,” ujarnya.

Eddie Van Halen lahir di Belanda pada 26 Januari 1955.

Saat berumur 2 tahun, ia dan keluarganya pindah ke California, Amerika Serikat.

Pada 1970 di California, Eddie dan Alex Van Halen kakaknya membetuk band bernama Van Halen dan merekrut Mike Anthony sebagai pemain bass.

Sebelum membetuk Van Halen, Eddie awalnya belajar alat musik drum. Sedangkan Alex menekuni gitar.

Namun saat keduanya tumbuh dewasa, Eddie justru lebih mahir bermain gitar. Sebaliknya Alex juga handal memainkan drum. Keduanya lantas bertukar posisi sehingga dalam formasi Van Halen, Eddie sebagai gitaris, sedangkan Alex penggebuk drum.

Sebagai gitaris, Eddie dikenal sebagai penemu teknik tapping.

Van Halen telah menjual album lebih dari 75 juta kopi di seluruh dunia dan memiliki banyak hit populer di tangga lagu rock papan atas AS dibandingkan artis lainnya.

Lalu populer Van Halen diantaranya I can’t Stop Loving You, Jump dan Runnin with the Devil.

Salah satu hit klasik Van Halen yaitu Runnin’ with the Devil.

Eddie dan Alex lahir dari pasangan Jan Van Halen, seorang pemain saksofon dari Belanda yang memiliki keturunan Swedia, dan Eugenia van Beers, seorang Eropa-Indonesia (Indo) dari Rangkasbitung.

Pada 1962, keluarga ini beremigrasi dari Belanda ke California.@LI-13