LENSAINDONESIA.COM: Polda Jawa Timur mengamankan 634 massa yang diduga terlibat kerusuhan saat demonstrasi penolakan Omnibus Law, Kamis (8/10/2020).

634 orang itu diamankan dari dua lokasi berbeda. Rinciannya 505 orang dari Surabaya saar perusakan Gedung Negara Grahadi dan Gedung DPRD Surabaya. Sisanya, 129 orang lainnya dari Malang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, dalam pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya menetapkan 14 orang sebagai tersangka pemicu kerusuhan.

“Kami amankan 129 di wilayah Malang, wilayah Surabaya 505, total sejumlah 634. Ada 14 yang kita lakukan proses ditetapkan menjadi tersangka. Langsung dilakukan penahanan, dijerat pasal 170 KUHP terkait pengrusakan secara bersama-sama,” ujar Kombes Truno di Mapolda Jatim, Jumat (9/10/2020) sore.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Polda Jatim, mereka yang pelaku pengrusakan bukan berasal dari kaum buruh dan hanya sekedar ikut-ikutan belaka.

“Setelah proses hampir 24 jam, sore ini ada beberapa yang telah selesai kita lakukan pemeriksaan, yang memang lebih cenderung pada ikut-ikutan saja pada kegiatan tersebut dan tidak tahu esensi demo apa,” imbuhnya.

Polisi yang melakukan rapid tes terhadap ratusan orang itu juga mendapati 37 di antaranya reaktif. “Hasil rapid ada yang reaktif.  20 di Malang, 17 di Surabaya. Kami sudah koordinasi dengan tim kuratif provinsi Jatim untuk melakukan swab. 3 orang sudah dilakukan karantina atau isolasi di RS Bhayangkara,” jelasnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran mengatakan, ratusan orang yang tak ditetapkan menjadi tersangka langsung pulangkan, setelah diberikan imbauan.

“Adik-adik pelajar, mahasiswa dan teman-teman buruh yang kemarin unjuk rasa, akan saya pulangkan. Saya ingin mengedukasi. Silahkan menyampaikan aspirasi, kami polisi akan mengawal. Tapi kami tidak akan mentoleransi siapapun yang melakukan tindakan pengrusakan. Membakar fasilitas umum, merusak kendaraan milik Polri maupun masyarakat,” jelasnya.

“Bagi mereka yang berbuat kerusuhan, akan kami proses. Ini sebagai pembelajaran kalau mereka melakukan hal yang sama akan jadi pelajaran,” Irjen Fadil memungkasi. @wendy