LENSAINDONESIA.COM: Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kogabwilhan II di Jl Indrapura 17, Surabaya, mengklaim hingga hari ini telah mewisuda 2500 pasien penyintas Covid-19.

Kepala Sie Ops dan Urdal RSLI, Lettu CKM Andi Army, mengatakan angka kematian akibat terjangkit Covid-19 di RSL itu masih 0% dan saat ini cuma tinggal 87 pasien yang dirawat di rumah sakit darurat tersebut.

“Per hari ini, RS Lapangan Kogabwilhan elah mewisuda 2500 penyintas atau survivor Covid-19, dari 2608 pasien yang masuk. Yang dirawat tinggal 87 orang dengan angka kematian 0%,” jelasnya kepada Lensa Indonesia, Sabtu (10/10/2020).

Menurut Lettu Andi Army, tingkat hunian rata-rata pasien pun sudah kembali menurun setelah sempat mengalami kenaikan dari medio Agustus hingga awal Oktober.

“Dari yang semula tingkat hunian rata-rata 160 pasien tiap hari. Pada minggu ini turun hingga di bawah angka 100. Dan hari ini cuma 89 pasien yang masih dirawat di RS Lapangan. Tingkat hunian rata-rata pasien pun sudah kembali menurun di angka 7,42 per hari hari setelah sempat naik pada awal september diangka 8,4 per hari,” imbuhnya.

Lettu Andy juga menjelaskan setiap satu minggu sekali di lingkungan RS Lapangan selalu dilakukan bersih-bersih dan sterilisasi yang dinamakan Kegiatan Sabtu Bersih. Ini rutin dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan dan higienitas lingkungan dari virus Covid-19?

“Upaya dekontaminasi dan pembersihan menyeluruh (general cleaning) rutin di RS ini rutin dijalankan dalam rangka memberikan jaminan keberlangsungan operasi rumah sakit yang bersih dan higienis,” jelasnya.

Pihak RS Lapangan Kogabwilhan juga terus berupaya.memberikan layanan terbaik kepada masyarakat yang terjangkit Covid-19, agar dapat segera memutus mata rantai sebaran virus ini di Jawa Timur.

“Sesuai dengan visi dan misi RS, yang akan terus memberikan layanan terbaik bagi para pasien Covid-19 untuk kategori tanpa gejala, gejala ringan hingga sedang,” pungkasnya. @wendy