LENSAINDONESIA.COM: Seiring dengan angka penularan kasus Covid-19 di DKI Jakarta mengalai penurunan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke tahap Transisi di Ibukota.

Kebijakan pengendoran PSBB ke tahap Transisi tersebut akan mulai diberlakukan selama dua pekan mulai 12-25 Oktober nanti.

“Keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif dan tingkat keterisian RS rujukan Covid-19,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam keterangannya, Minggu (11/10/2020).

Pada data grafik terkait penambahan kasus positif dan kasus aktif harian, lanjut Anies, tampak mendatar sejak dilakukan rem darurat PSBB transisi. Dalam tujuh hari terakhir juga terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian.

Anis menjelaskan, bahwa grafik pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virus. Berdasarkan data yang disusun FKM UI, nilai Rt Jakarta adalah 1,14 pada awal September dan saat ini berkurang menjadi 1,07.

“Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan,” terangnya.

Sementara, pada periode 26 September sampai 9 Oktober, kembali terjadi penurunan dari kondisi 14 hari sebelumnya, di mana jumlah kasus positif meningkat 22 persen atau sebanyak 15.437 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 31 persen atau 16.606 kasus.

Sedangkan, kasus aktif meningkat 3,81 persen atau sebanyak 492 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 9,08 persen atau 1.074 kasus. Dia mengatakan, artinya sejak akhir September hingga awal Oktober jumlah kasus aktif harian mulai konsisten mendatar menunjukkan adanya perlambatan penularan.

Lalu litas atau pergerakan penduduk semenjak rem darurat diberlakukan nampak terjadi menurun signifikan pada tempat rekreasi, taman dan perumahan. Ini pun sempat terjadi pada pada pasar, kantor dan pabrik, serta transportasi publik, namun kembali naik pada 1 pekan terakhir.

Anies menyampaikan, telah terjadi penurunan proporsi penemuan kasus pada klaster perkantoran selama 1 pekan terakhir. Akan tetapi, terjadi peningkatan penemuan kasus pada klaster keluarga/permukiman. Kepatuhan protokol kesehatan di lingkungan rumah dan penguatan RT/RW/kader diperlukan.

“Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap,” ujar Anies.

“Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” pungkas Anies menegaskan.@licom