LENSAINDONESIA.COM: Sosialisasi Memakai Masker, Mencuci Tangan Dengan Sabun, dan Menjaga Jarak (3M) untuk memutus mata rantai persebaran COVID-19 semakin gencar digaungkan oleh pemerintah serta berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan penyandang disabilitas.

Di Blora Jawa Tengah, para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difabel Blora Mustika (DBM) tergerak melawan pandemi virus berbahaya ini. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan disiplin protokol kesehatan 3M dengan memasang spanduk dan banner di rumah-rumah maupun di puskesmas.

Ketua DBM Abdul Ghafur menyampaikan, pihaknya melakukan kampanye protokol kesehatan ini sejak Agustus 2020 lalu.

“Sejak COVID trendnya naik kita sudah ajak masyarakat jalankan protokol COVID-19. Kita pasang banner di rumah-rumah warga dan Puskesmas. Kita mengajak semua masyarakat untuk bersama memerangi persebaran virus itu,” tuturnya.

Ghafur mengatakan, pandemi COVID-19 ini membuat para difabel di Blora terpukul. Usaha batik yang mereka kelola sebagai jalan mencari nafkah terkena imbasnya. Pesanan sepi, sehingga para difabel tidak dapat bekerja lagi.

Oleh karena itu para difabel Blora secara sadar tergerak mensosialisasikan 3M dan berharap pandemi segera berakhir.

“Berat memang beban teman-teman disabilitas dengan munculnya wabah ini. Apalagi usaha batik kita juga kena imbasnya. Pesanan sepi, jadi teman-teman tidak bisa bekerja lagi. Kalau dari kami, harapannya semoga wabah ini segera hilang dari Indonesia dan dunia,” kata Ghafur.

Meskipun begitu, Ghafur bersyukur para penyandang disabilitas yang ada di Blora tidak ada yang terpapar COVID-19.

“Belum ada, dan semoga tidak ada (difabel terpapar COVID-). Saya tetap minta teman-teman difabel di Blora tetap mematuhi untuk menjalankan protokol kesehatan dengan selalu menerapkan 3M,” ujarnya.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker

#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

#cucitangandengansabun