LENSAINDONESIA.COM: Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap pelaku peretasan website KPU Kabupaten Jember yang terjadi pada 6 Oktober lalu.

Masing-masing DA (23), ditangkap di Tanjung Raya, Kecamatan Wonokromo, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, dan ZFR (14) berhasil diamankan di Kampung Cibaru Desa Tambang Ayam, Anyar, Serang, Banten.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan kasus berawal dari laporan polisi yang diterima, bahwa situs KPU Jember telah diretas. Petugas Cyber Crime yang melakukan penelusuran mendapati dua pelaku. DA yang meretas dan ZFR yang memunculkan gambar tak senonoh di situs tersebut.

“Berawal pengaduan KPU Jember tanggal 6 Oktober 2020 pada pukul 20.00 WIB telah diketahui website KPU Jember diretas. Kami telusuri dan mendapatkan titik terang seseorang bernama DA telah melakukan peretasan bersama ZFR,” terang Kombes Gidion di Mapolda Jatim, Selasa (13/10/2020).

Namun ZFR yang tergolong di bawah umur tidak diproses secara hukum. Sedangkan DA mengaku telah mengerjai kurang lebih 400 situs web di dalam negeri maupun diluar negeri. Lalu website tersebut dijual Rp 20.000 dalam bentuk pulsa.

“Kurang lebih 400 website luar negeri maupun didalam, untuk ‘ngetes ilmu’ dan eksistensi saja karena belajarnya otodidak. Per website dijual Rp 20 ribu dalam bentuk pulsa,” ujar ZA di hadapan petugas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pelaku kejahatan cyber yang menghalangi jalannya kontestan politik.

“Polda Jawa Timur sangat tegas khususnya dalam kejahatan cyber yang berkaitan dengan jalannya Pilkada,” pungkasnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti 2 handphone, 1 laptop dan 1 router Wifi yang digunakan pelaku.

ZA dijerat pasal 32 ayat (1) dan atau pasal 33 jo pasal 48 ayat (1) Jo pasal 49 UU no 1 tahun 2008 tentang ITE Jo Undang-undang no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU no 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 8 tahun penjara. @wendy