LENSAINDONESIA.COM: Satpol PP Surabaya seolah sungkan terhadap sejumlah kafe berkedok resto dalam menegakkan aturan dalam Pasal 20 Perwali 33 tahun 2020.  Padahal dalam aturan yang ditandatangani Walikota Tri Rismaharini itu, tegas disebutkan seluruh tempat hiburan dilarang beroperasi saat pandemi Covid-19.

Masing-masing tempat hiburan yang masih belum tersentuh razia sama sekali yaitu, Kafe Diamond Jl Kenjeran 232, Kafe Grand Scorpions Jl Kenjeran 230, Kafe Pop Delima Jl Kenjeran dan Kafe 136 Jl Kusuma Bangsa 136.

Karyawan Kafe 136 berinisial C mengatakan, jika tempat minum-minum bir milik Andika ini tak pernah disentuh razia Satpol PP Surabaya saat menegakkan Perwali 33.

Selain dijaga oknum pensiunan Polri, TJ, diduga ada semacam deal khusus dengan petugas tertentu sehingga Kafe 136 yang berkedok restoran tapi menyediakan purel ini aman-aman saja dari razia petugas pemburu pelanggar protokol kesehatan.

“Alhamdulillah masih aman-aman saja. Gak tahu kenapa, tapi kami berharap tidak dirazia,” singkatnya saat ditemui di lokasi, Rabu (14/10/2020).

Pantauan Lensa Indonesia di Kafe Grand Scorpions (juga milik Andika) dan Kafe Diamond (milik Sholeh/saudara Andika), yang letaknya berdempetan ini, pengunjung selalu full dan parkiran meluber hingga menutup separuh Jl Kenjeran.

Sedangkan Kafe Pop Delima tampak takut-takut dengan hanya membuka seperempat pagar harmonika. “Aman di sini. Sudah beres ‘urusannya’ jadi gak bakal dioperasi,” paparnya.

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, Kafe Grand Scorpions, Kafe Diamond dan Kafe Pop Delima diduga tak punya ijin TDUP restoran dan SKPL-A (jual bir) serta menyediakan purel. Sedangkan Kafe 136 meskipun mengklaim restoran tapi menu utamanya adalah bir dan juga menyediakan purel. Keempat tempat ini rajin buka mulai siang hingga malam hari.

Tanpa kedekatan dengan oknum-oknum, mustahil keberadaan keempat kafe ini tak disentuh petugas sama sekali. Padahal tempat-tempat lain di sekitarnya, seperti Karaoke Blue Star Jl Kapas Krampung, Karaoke Pop City Jl Kenjeran dan Phoenix Bar Jl Kenjeran, Kafe Santoso Jl Kenjeran sudah ditindak bahkan disegel.

Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto saat dikonfirmasi mengaku akan melakukan penyelidikan internal terkait dugaan adanya oknum yang ‘main mata’ dengan 4 kafe tersebut. “Saya pastikan kami tak tebang pilih. Yang melanggar akan ditindak,” tegasnya. @wendy