LENSAINDONESIA.COM: Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 silam menyebabkan perubahan di berbagai aspek kehidupan, terutama kesehatan masyarakat.

Untuk mengatasi permasalahan global ini, dibutuhkan peran serta berbagai pihak, salah satunya industri.

“Kantor Staf Presiden mewakili pemerintah sangat mengapreasi pihak industri dalam mewujudkan partisipasi publik yang sangat signifikan bagi masyarakat,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko pada acara simbolis penyerahan donasi masker di Gedung Bina Graha, Jakarta Rabu (14/10/2020).

Pada kesempatan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) mewakili pemerintah menerima donasi 5 juta masker medis dari AICE untuk disalurkan kepada masyarakat. Sumbangan masker ini sebagai upaya pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Moeldoko mengatakan, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara mempromosikan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) tidak akan berjalan baik bila salah satu unsurnya tidak terpenuhi.

“Untuk itu, KSP menghargai langkah positif yang dilakukan Aice dan GP Ansor dalam upaya kerja sama menyalurkan masker medis ini kepada masyarakat,” paparnya.

Moeldoko menegaskan, masker dapat menyelamatkan banyak orang. Tanpa memakai masker, orang akan berisiko tertular Covid-19.

“Orang enggan pakai masker karena harus beli masker. Dengan adanya donasi masker ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker. Masker itu sederhana tapi maknanya luar biasa bisa menyelamatkan masyarakat. KSP mengapresiasi upaya donasi masker ini, saya berharap langkah positif seperti ini terus bisa berjalan,” terang Moeldoko.

Moeldoko juga menyampaikan, selama ini KSP sudah banyak menerima donasi dari berbagai pihak untuk disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, di antaranya alat pelindung diri, masker, dan perlengkapan kesehatan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pondok pesantren merasa terbantu dengan adanya donasi masker ini. Banyak pesantren yang masih kesulitan mendapatkan masker medis.

Selama ini, santri-santri di pondok pesantren masih menggunakan masker kain yang sangat riskan terhadap penularan Covid-19.

“Gerakan donasi masker kepada pesantren ini sangat membantu. Kami juga mengapresiasi kerja sama dengan pemerintah melalui KSP,” ujar mantan Panglima TNI ini.

Menurutnya, masker medis ini akan didistribusikan kepada berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia, sebaai edukasi pencegahan penularan Covid.

Pihak GP Ansor sudah menginstruksikan agar pembagian masker di pondok pesantren dan juga kelompok sosial lainnya untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dengan demikian, pesantren tidak berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Masyarakat Indonesia saat ini masih mengalami masa sulit akibat pandemi. Mudah-mudahan kerja sama dengan KSP ini dapat membawa bangsa Indonesia segera keluar dari pandemi,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan AICE, Sylvana mengatakan, donasi 5 juta masker medis yang disalurkan melalui KSP ini merupakan rangkaian dari 20 juta masker yang akan dibagikan kepada masyarakat di 20 kota.

Sebagai upaya distribusi, pihaknya melibatkan GP Ansor dan pemerintah pusat yang diwakili KSP serta pemerintah daerah dan berbagai organisasi masyarakat lainnya.

Menurut Sylvana, masker ini memiliki sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Untuk penyaluran donasi jutaan masker ini juga akan melibatkan 200 ribu UKM mitra AICE di seluruh Indonesia.

“Program ini akan berlangsung selama 6 bulan ke depan, mudah-mudahan Indonesia segera terbebas dari Covid-19,” ujar Sylvana.@licom

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitanganpakaisabun