LENSAINDONESIA.COM: Cats Pajamas Club n Lounge di Kompleks Hotel Garden Palace Jl Yos Sudarso 11, semalam, Rabu (14/10/2020) terpantau kembali beroperasional meskipun Surabaya masih dalam pandemi Covid-19.

Ali, pengelola tempat hiburan milik Djaya (owner Garden Palace) saat dikonfirmasi terkait hal ini malah membandingkan dengan acara jamuan makan Gubernur (Jatim) dengan sejumlah Bupati dan Walikota pada Sabtu (10/10/2020) lalu.

“Kamu dimana waktu acara makan-makan Gubernur sama Bupati dan Walikota sabtu kemarin? Mana fotomu, mana beritamu?,” Serunya dengan nada tinggi, Kamis (15/10/2020).

Saat dijelaskan bahwa perbandingan itu tidak cocok korelasinya dengan materi pertanyaan Lensa Indonesia terkait Club Cats Pajamas yang beroperasional melanggar Perwali 33 tahun 2020, Ali malah bersikeras menanyakan rumah jurnalis Lensa Indonesia.

“Mana rumahmu, saya datangi. Mana kirim alamatnya? Saya beresin kamu. Kurang ajar banget kamu tanya-tanya. Memangnya kalo tempat saya buka harus ijin kamu? Kamu Gubernur bukan, Walikota juga bukan ngapain tanya-tanya?,” sambungnya dengan nada emosi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Cats Pajamas Club n Lounge kembali beroperasional sejak tutup usai dioperasi Tim Pemburu Protokol Kesehatan Polda Jatim dan Satpol PP Pemprov Jawa Timur pada Sabtu (19/9/2020) lalu.

Ali, pengelola Cats Pajamas saat dikonfirmasi Lensa Indonesia, awalnya menjawab pihaknya hanya melakukan check sound. “Tidak buka, hanya ganti sound sekaligus perbaikan saja,” ujarnya melalui chat WhatsApp.

Namun Ali mulai emosi saat ditanya tentang keberadaan pengunjung di dalam Cats Pajamas Club dan apakah ada ijin khusus dari instansi berwenang. “Memangnya kamu Gubernur, Walikota kok saya harus ijin kamu.. haahh?! Saya kenal banyak wartawan dan media lhoo,” serunya melalui percakapan handphone.

Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto saat dikonfirmasi menyebut Surabaya masih pandemi Covid-19 sehingga aturan dalam Perwali 33 tahun 2020 terkait larangan tempat hiburan beroperasional selama pandemi belum dicabut.

“Yang jelas akan ada penindakan bagi para pelanggar. Kami selalu koordinasikan masalah ini dengan Disparta dan Polrestabes Surabaya” tegasnya, Kamis (15/10/2020).

Perlu diketahui, Perwali 33 tahun 2020 diteken Walikota Tri Rismaharini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya. Salah satu point penting adalah pasal 20 yang melarang semua jenis tempat hiburan beroperasional selama pandemi. @LI-15