LENSAINDONESIA.COM: Banjir yang melanda sebagian warga Jakarta Timur, tepatnya 10 Oktober 2020 malam lalu menjadi perbincangan publik. Pasalnya, hujan yang hanya hitungan jam ini menjadi bencana banjir yang merendam ribuan rumah warga Kecamatan Ciracas dan Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Banjir ini terkuak akibat luapan air disebabkan runtuhnya tembok bangunan PT Khong Guan di Jalan Raya Bogor, samping swalayan Naga dan di depan Gang Belly di Jakarta Timur. Reruntuham tembok menutupi sungai, sehingga laju air hujan tertahan dan meluap ke kanal-kanal pembuangan air kawasan pabrik Khong Guan. Salah satunya meluber di sungai pembatas jalan antara Kecamatan Ciracas dengan Kecamatan Pasar Rebo.

Berdasarkan informasi warga, tembok PT Khong Guan yang runtuh dan diduga melanggar Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) itu berusia di atas 30 tahun.

Aparat jajaran Pemkot Jakarta Timur memberikan keterangan pers, usai meninjau lokasi tembok bangunan PT Khong Guan runtuh hingga timbulkan banjir pemukiman warga. @foto:adi

Kini, warga RW 08 Kelurahan Ciracas mengajukan tuntutan ganti rugi 100% atas kerugian material akibat luapan air memporak-porandakan semua fasilitas dan harta benda milik warga.

Syamsudin, Ketua RT 10/08 setempat kepada wartawan, menjelaskan kronologi terjadinya banjir akibat tembok PT Khong Guan runtuh hingga merendam rumah warganya dan sebagian warga lain yang berada radius dekat PT itu.

“Kerugian yang diminta warga kami untuk pergantiannya 100%. Warga mengalami kerugian material di antaranya ada yang berupa alat-alat elektonik dan lain-lain nya,” kata Syamsudin.

Lurah Ciracas Riki saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan bahwa pihaknya membentuk tim untuk mendata dan mengakomodir kerugian warganya yang terdampak banjir akibat runtuhnya tembok PT Khong Guan.

“Kami sudah mengakomodir dan menginventalisir melalui perwakilan warga. Tim dari Kelurahan juga mendata kerusakan, termasuk biaya kerusakan. Artinya, monitoring kami terus berjalan, dan berharap PT Khong Guan segera merealisasi atas tuntutan warga kami,” ucap Riki.

Ketua Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Mustofa Hadi Karya juga mengapresiasi sikap Walikota Jakarta Timur terkait masalah sosial yang dihadapi warga di wilayahnya itu. Menurutnya, Anwar cepat sigap dan tegas dalam menanggulangi dampak banjir yang disebabkan runtuhnya tembok PT Khong Guan.

“Saya kira Anwar memiliki note yang jelas. Ia merespon cepat apa yang menjadi permasalahan warga Jakarta Timur,” kata Opan menanggapi aspirasi warga yang juga dikeluhkan kepada FWJ.

Opan juga menyebut, Wali Kota Jakarta Timur dapat mencabut ijin produksi dan menutup usaha perusahaan atau pabrik Kong Ghuan jika perusahaan tersebut tidak menjalankan aturan yang ada, khususnya terkait Amdal. Apalagi, jika perusahaan tidak bertanggungjawab atas resiko yang ditimbulkan terhadap warga sekitarnya,” tegas Opan.

Sebelumnya, media ramai memberitakan bahwa “Wali Kota Jaktim Minta Khong Guan Tanggung Jawab atas Banjir di
Ciracas”. Bahkan, Wali kota sebagaimana diberitakan kompas.com, 12 Oktober 2020, ia menyebut PT Khong Guan 
bertanggungjawab terhadap dampak banjir yang merendam rumah penduduk di RW 08 Ciracas, Jakarta Timur. Ini
akibat tembok milik perusahaan itu roboh hingga menimbulkan luapan air ke pemukiman warga sekitar.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Camat Ciracas meminta pertanggungjawaban pihak PT Khong Guan akibat kerusakan yang ada pada warga,” kata Anwar di Jakarta, dikutip Antara, Senin (12/10/2020).

Anwar mengatakan, besaran ganti rugi terhadap korban banjir akan disesuaikan dengan kondisi yang terkena dampak.

Anwar juga menginstruksikan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur untuk segera mengganti tembok yang roboh.

“Kita juga akan buat sumur resapan dengan kedalaman 20 meter di lokasi terendah RW 08 Kelurahan Ciracas untuk antisipasi banjir,” katanya.

Peristiwa tembok roboh terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat itu hujan deras mengguyur kawasan setempat sejak sore hari.

Tembok berusia sekitar 30 tahun itu berdiri di atas saluran air yang menyempit dengan lebar sekitar 1,5 meter. Akibat puing tembok berjatuhan menutup saluran air warga, sehingga luapan air mengenangi pemukima warga.

Sementara itu, pihak PT Khong Guan terkesan tertutup dan menghindari konfirmasi awak media. @adi