LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah bakal memantau semua pengguna hanphone di Indonesia, Benarkah? Telah beredar dari pesan WhatsApp yang menyatakan bahwa saat ini pemerintah bisa mengetahui semua aktivitas telepon dan media sosial milik masyarakat 100 persen.

Berikut isi narasinya:

“Semua aktifitas Hand Phone n Media Telekomunikasi Serta segala Media Sosial terpantau 100 %”.

Setelah dilantiknya Badan Siber & Sandi Nasional (BSSN),17 Mei 2018 , oleh Bpk Jokowi, Presiden NKRI akan di catat:

1.Semua panggilan dicatat.
2.Semua rekaman panggilan telepon tersimpan.
3.WhatsApp dipantau.
4.Twitter dipantau.
5.Facebook dipantau.

Semua media sosial & forum dimonitor. mohon di Informasikan kepada rekan rekan, keluarga dan saudara yang tidak tahu.

Perangkat akan terhubung ke sistem pelayanan, sehingga diharapkan dalam menggunakan media sosial dan berkomunikasi senantiasa berhati-hatilah dalam mengirimkan pesan yg tidak perlu.

Diharapkan informasi ini dapat disampaikan kepada anak-anak, Kerabat & teman ttg informasi ini.”

Diklarifikasi Menkominfo sejak tahun 2018

Kabar tersebut akhirnya ditelusuri oleh tim Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), nyatanya kabar tersebut merupakan hoaks lama yang kembali disundul. Hoaks yang persis terkait penyadapan oleh pemerintah sebelumnya sudah diklarifikasi oleh Kominfo pada Agustus 2018 lalu.

Saat dalam wawancara dengan cnnindonesia, pakar siber Ruby Alamsyah menyampaikan, BSSN (Badan Sandi dan Siber Negara) dibentuk sebagai penopang utama kedaulatan keamanan siber di Indonesia, khususnya pada koordinasi antar lembaga yang berinfrastruktur IT. Dan lagi, BSSN menegaskan bahwa penegak hukum tak akan melakukan penyadapan dengan sembarangan dan serampangan. Sebab ada proses hukum yang harus ditempuh terkait hal ini.

Konten menyesatkan

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwasanya informasi bahwa pemerintah menyadap pengguna hanphone dan sosial media merupakan informasi hoaks, dengan kategori fabricated content atau konten palsu dan yang jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan.@mp,Eld-Licom