LENSAINDONESIA.COM: Penularan virus COVID-19 dari manusia ke manusia bisa terjadi melalui benda-benda di ruang publik yang sering dijamah, salah satunya adalah kran air wastafel yang digunakan sebagai tempat mencuci tangan.

Untuk menghindari penularan melalui kran, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan wastafel sistem injak. dengan wastafel model ini, masyarakat yang mencuci tangan sebagai bagian dari protokol kesehatan COVID-19, tidak perlu menyentuh kran.

Rektor UMM, Dr Fauzan MPd mengatakan, kran wastafel yang ada ruang publik bisa saja menjadi media penularan virus, sebab menjadi bagian yang selalu bersentuhan dengan tangan. Karena itu, perlu ada solusi agar pengguna wastafel tidak perlu menyentuh kran.

“Jika tidak, kran air bisa menjadi pusat penularan wabah COVID-19. Sebab banyak orang cuci tangan yang pasti menyentuh kran airnya. Kita tidak tahu bakteri apa saja yang menempel di kran itu,”  kata Dr Fauzan MPd, Jumat (16/10/2020).

Berdasarkan logika berpikir semacam itu, mahasiswa UMM membuat wastafel dengan sistem injak. Sehingga untuk mengalirkan air tak perlu memutar kran, tapi cukup menginjak alat yang disiapkan di bawah wastafel.

Wastafel semacam itu, kata Fauzan, dibikin mahasiswa UMM yang menunaikan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM)di masa pandemi COVID-19 di Desa Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang.

“Di antara program kerja mereka membuat fasilitas cuci tangan portabel.

Wastafel portabel itu dioperasikan dengan cara diinjak. Kala disosialisasikan tata cara penggunaannya mendapat respon positif dari warga,” ungkapnya.

Adhim, Ketua RT 18, Kepuharjo mengatakan, para mengaku senang sekali karena sudah dibuatkan tempat cuci tangan portabel dengan sistem injak ini.

“Sebelumnya masih pakai tangan. Sekarang diinjak sehingga warga lebih rajin mencuci tangan,” kata dia.

Wastafel injak karya mahasiwa UMM ini juga dilangkapi dengan poster informasi cara mencuci tangan yang benar.

“Lengkap dengan sabun juga. Wastafelnya tidak terlalu tinggi sehingga mudah dipakai siapa saja termasuk anak-anak,” katanya.

Karena itu Adhim sangat berterima kasih karena  sudah membantu warga. Dia berharap wastafel sistem injak itu bisa memutus mata rantai COVID-19.@aji

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitanganpakaisabun