LENSAINDONESIA.COM: Kafe Diamond yang berkedok restoran di Jl Kenjeran 232, akhirnya dilakukan disegel Satpol PP Kota Surabaya yang menegakkan aturan Peewali 33,  Sabtu (17/10/2020) sore.

Kasatpol PP Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, tindakan tegas ini dilakukan, lantaran tempat hiburan itu telah melanggar pasal 20 Perwali 33.

“Manajemen diketahui sengaja melanggar Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2012 dan Perwali 33 tahun 2020 pasal 20,” terangnya saat dikonfirmasi Lensa Indonesia.

Selain itu, saat petugas melakukan pengecekan berkas perijinan, diketahui tempat hiburan yang menyediakan purel itu tidak memiliki Surat Ijin Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SIUP MB), SKPL A dan TDUP Restoran.

“Petugas menemui Budi selaku penanggung jawab. Saat dicek ternyata tak punya SKPL A sebagai syarat jual bir,” imbuhnya.

Saat petugas melakukan penggrebekan,  juga didapati 13 tamu tengah asik berkaraoke dengan 7 purel. Mereka diimbau untuk segera meninggalkan lokasi.

Setelah itu, petugas melakukan penyegelan tepat di akses pintu masuk utama, menggunakan Satpol PP Line.

“Iya benar disegel oleh petugas di lokasi. Selain disegel dengan Satpol PP Line, petugas juga masang rantai dan gembok pada pintu sisi barat,” tambahnya.

Eddy menegaskan Kafe Grand Scorpions  dan Kafe Pop Delima di Jl Kenjeran, serta Kafe 136 di Jl Kusuma Bangsa yang tetap beroperasional melanggar Perwali 33 tahun 2020 menunggu giliran dieksekusi. “Pasti kami tindak,” janjinya.

Perlu diketahui, Perwali 33 tahun 2020 diteken Walikota Tri Rismaharini untuk memutus penyebaran Covid-19. Salah satu aturan, pada pasal 20, melarang semua jenis tempat hiburan beroperasional. @wendy