LENSAINDONESIA.COM: Pelindo 3 Grup berkolaborasi dengan warga sekitar area kerja melalui bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau PKBL milik Pelindo 3 menormalisasi alur khusus nelayan dan revitalisasi kampung wisata Sontoh laut Surabaya di wilayah ring1 PT Terminal Teluk Lamong (TTL) anak perusahaan Pelindo 3 guna mendukung program peningkatan pendapatan masyarakat nelayan di sana.

Edi Priyanto, Direktur SDM Pelindo 3 mengatakan, Pelindo 3 hadir ditengah masyarakat berkomitmen penuh untuk memberikan dampak pada negara dan masyarakat dengan mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sebagai salah satu BUMN di bidang jasa operator pelabuhan tentunya peduli dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat maritim terutama di lingkungan wilayah kerja kami, hal ini kami wujudkan melalui 2 program bantuan CSR kami yakni normalisasi alur khusus nelayan juga pengembangan kawasan wisata Sotoh Laut. Semoga program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar”. tandas Edi dalam keterangan resmi yabg diterima Lensaindonesia.com, Sabtu (18/10/2020).

Sementara itu, Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Penataan Hukum Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jatim, Ainul Huri menyatakan, Pelindo 3 telah memenuhi tanggung jawab sesuai dokumen AMDAL.

“Pelindo 3 telah memenuhi komitmennya kepada masyarakat, khususnya nelayan, guna menormalisasi alur pelayaran tradisional sehingga berdampak pada kenyamanan arus perahu nelayan dan peningkatan pendapatan hasil laut”, tandasnya.

Nur Kholik, Ketua LPMK Kelurahan Romokalisari sekaligus Sekretaris Forum Komunikasi (FORKOM) Masyarakat Sekitar Teluk Lamong menerangkan, seluruh kelompok nelayan mendukung pelaksanaan program PKBL Pelindo 3 ini dengan harapan alur nelayan bisa berjalan lebih maksimal dan pendapatan hasil laut meningkat. Perbaikan alur khusus nelayan ini seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui hasil tangkapan.

“Sebagian besar kami merupakan warga kampung pesisir dengan mata pencaharian sebagai nelayan, tentunya melalui bantuan normalisasi alur khusus nelayan akan memudahkan kami para nelayan bekerja dan meningkatkan hasil tangkapan, tak hanya itu dukungan pengembangan kawasan wisata sotoh laut juga akan menjadi salah satu sumber pendapatan kami dari sisi pariwisata. Tentunya dengan dukungan penuh yang diberikan oleh Pelindo 3 ini”, imbuh Nur Kholik.

Program CSR kali ini senilai 1,7 Milyar. Masyarakat nelayan bekerjasama dengan perusahaan untuk melakukan normalisasi alur tradisional sehingga kedalaman dan hasil tangkapan lebih maksimal.

Ada 8 titik lokasi muara sungai yang akan dilakukan revitalisasi, yakni muara sungai kali al-Fatich Kelurahan Tambak Osowilangun, muara kali lamong Kelurahan Romokalisari, muara kali Desa Karang Kiring dengan lebar alur 5,5 – 6 meter dan kedalaman 3 meter. Muara sungai Kali Branjangan, muara Kali Manukan, muara Kali Greges Timur, muara Kali Kalianak, muara kali lepas Morokrembangan memiliki ukuran lebar alur 8 – 10 meter dengan kedalaman 1 – 1,5 meter.

Sedangkan program bina lingkungan senilai lebih dari 240 juta rupiah dikucurkan Pelindo 3 untuk menyokong keberlangsungan Kampung Wisata Sontoh Laut Kelurahan Tambak Sarioso Surabaya.

Kampung Wisata Sontoh Laut ada di tengah hutan mangrove sepanjang pinggir pantai utara Surabaya. Lokasi ini didirikan secara swadaya oleh masyarakat sejak tahun 2019 dan didukung Kelompok Sadar Wisata Sontoh Laut Kelurahan Tambak Sarioso.@Rel-Licom