LENSAINDONESIA.COM: Kapolda Jawa Timur, Irjen Mohammad Fadil Imran mengimbau demonstran yang akan menggelar aksi menolak Omnibus Law pada 20-23 Oktober 2020 besok, tidak rusuh seperti demo sebelumnya, Kamis (8/10/2020) lalu.

Hal itu diungkapkan Irjen Fadil Imran di sela-sela menggelar audiensi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur di Gedung Patuh Mapolda Jatim, Senin (19/10/2020) siang.

“Titip pesan ke teman-teman yang mengikuti demo, harapan saya jangan sampai rusuh lagi,” tegasnya, Senin (19/10/2020).

Jenderal bintang dua ini juga menyebut, petugas pengaman demonstran tak akan bertindak diluar Standar Operasional Prosedur (SOP) jika aksi berjalan tertib.

“Kalau tidak ada yang merusak, membakar dan melukai, masa polisinya wani? Polisi bukan orang ‘gendeng’, kalau Anda tertib, tidak mungkin kita bertindak diluar SOP,” sambungnya menegaskan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) akan menggelar aksi demonstrasi selama empat hari dimulai Selasa (20/10/2020) besok.

Wakil Ketua FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat mengatakan, aksi melibatkan kurang lebih 3000 massa dan berkumpul di Patung Suroboyo, Kebun Binatang Surabaya pada pukul 12.00 WIB.

“Selanjutnya kami bergerak longmarch menuju Gedung Grahadi. Sasaran kita hanya satu saja. Kita akan aksi sampai tuntutan mencabut UU Omnibus Law. Itu harga mati,” tegasnya. @wendy