LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Indonesia dinilai bisa mengatasi pendemi Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, sebanyak 54,3 responden menganggap pandemi COVID-19 terkendali. Namun, ada catatan bagi pemerintah lantaran angka kejahatan juga dinilai meningkat.

“Sebagian besar publik menilai penyebaran COVID-19 di Indonesia cukup atau sangat terkendali,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers hasil survei nasional secara daring di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Menurut Burhanuddin , 43 persen responden lainnya menjawab penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, ini kurang dan tidak terkendali. Sementara itu, sisanya mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Per hari ini, ada 361.867 kasus COVID-19 di seluruh Indonesia. Sebanyak 64.032 masih menjadi kasus aktif. Sebanyak 285.324 orang berhasil pulih dari virus berbahaya yang menyerang pernapasan ini, sedangkan 12.511 pasien meninggal.

Meski jawaban responden ini menjadi masukan positif, kata Burhanuddin, pemerintah bukan tanpa celah. Sebanyak 51,5 responden menilai kejahatan meningkat selama pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak Maret 2020.

Namun, peran TNI dan Polri masih mendapat tempat di hati masyarakat. Ada 90,2 persen responden yang cukup dan sangat yakin pemerintah mampu menangani kejahatan selama pandemi.

“Mayoritas publik yakin TNI dan Polri mampu menjaga keamanan,” ujar Burhanuddin.

Sebanyak 1.200 orang menjadi sampel responden survei dan diwawancara melalui telepon. Survei dilakukan pada 24 September hingga 30 September 2020. Margin of error dalam survei ini sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitanganpakaisabun