LENSAINDONESIA.COM: Ahmad Junaidi terdakwa pembunuhan Ika Puspita, therapis yang dikencani di Apartemen Puncak Permai Tower A, Surabaya, Senin (19/10/2020) dituntut 14 tahun penjara.

Dalam sidang agenda tuntutan yang digelar secara online, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti dari Kejari Surabaya, menuntut terdakwa dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP tentang merampas nyawa orang lain dan Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

“Terdakwa telah melakukan tindak pidana merampas nyawa orang lain sebagaimana diatur pasal 338 KUHP, dan mengambil barang korban untuk dikuasai sendiri sebagaimana dalam pasal 362 KUHP,” ujar JPU Suwarti.

“Setelah mendengar keterangan saksi-saksi dalam sidang, menuntut terdakwa dengan pidana selama 14 tahun penjara,” tambahnya.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Tasya, meminta majelis hakim memberinya waktu untuk menyusun nota pledoi (pembelaan). “Kami minta waktu satu minggu untuk mengajukan nota pledoi,” sahut Tasya kepada Ketua Majelis Hakim Muhammad Basir.

Usai sidang, Tasya menegaskan pada dasarnya saat itu terdakwa tidak ada niat membunuh korban. “Namun karena korban berkata tidak pantas yang membuat klien kami tersinggung, terjadi pembunuhan,” terangnya.

Tasya juga menyatakan, Jaksa memberikan tuntutan sangat berat terhadap kliennya, sehingga pihaknya akan meminta keringan. “Kami menilai tuntutan tersebut sangat berat. Kami akan meminta keringanan, karena memang dari awal terdakwa tidak berniat membunuh korban,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kasus ini berawal saat terdakwa menghubungi korban Ika Puspita Sari melalui aplikasi media sosial (michat) yang menawarkan jasa pijat plus, dengan tarif Rp 500 ribu sekali berhubungan dan Rp 800 untuk main dua kali.

Ahmad Junaidi menawar Rp 500 ribu untuk dua kali berhubungan. Untuk memastikan keseriusan terdakwa, korban memintanya datang dan dianggap sudah terjadi kesepakatan.

Usai melakukan hubungan intim dan terdakwa ingin melakukan kembali, korban menolak dengan alasan capek. Atas penolakan tersebut, terdakwa hanya membayar jasa Rp 250 ribu, sehingga keduanya cekcok.

Terdakwa yang tersinggung dengan ucapan korban, mengambil pisau di dapur dan menggorok leher korban hingga tewas, kemudian melarikan diri. @rofik