LENSAINDONESIA.COM: Jelang libur panjang yang bertepatan dengan cuti bersama, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir Oktober 2020 mendatang, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) meski hendak pulang kampung.

Masyarakat diimbau untuk tidak pergi berlibur secara serentak pada 27-29 Oktober 2020. Masyarakat yang hendak berlibur, perlu ingat dan tetap menerapkan sejumlah protokol, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, dan memastikan tubuh dalam keadaan sehat.

Imbauan tersebut disampaikan agar tidak terjadi lonjakan angka kasus baru Covid-19 di Tanah Air. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam Talkshow “Potensi Penyebaran Covid-19 Ketika Libur Panjang” melalui YouTube BNPB Indonesia, Rabu (21/10/2020)

“Libur panjang ini nanti kritis. Di beberapa daerah akan macet, lalu di kapal, arah Sumatra dan di bandara,” ujar Budi Karya.

Budi mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan operator transportasi supaya dapat menambah kapasitas armada, agar pergerakan yang menggunakan transportasi memadahi. Saat ini okupansi penumpang pesawat baru mencapai 43% dan kereta api hanya 30%, sehingga masih ada ruang untuk penambahan kapasitas.

Dia kembali mengingatkan kepada operator transportasi untuk selalu tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di setiap armada.

“Saya wanti-wanti dengan maskapai penerbangan dan kereta api agar menambah flight yang ada di udara dan kereta api juga bus, besok atau lusa, kami akan kumpulkan semua operator itu, koordinasi, mengingatkan kembali bahwa tidak ada alasan untuk melanggar protokol kesehatan. Itu adalah panglima kita yang harus kita jaga,” pungkas Budi Karya.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun