LENSAINDONESIA.COM: Melalui Program Colobarisasi Mentari Covid-19, 30 RS PKU Muhammadiyah di 7 Provinsi se-Indonesia, Kamis (22/10/2020), mendapat bantuan alat peraga kesehatan (APK) dari United StaterAgency for Internasional Development (USAID).

Bantuan APK diserahkan secara simbolis melalui livestreaming dari RSU PKU Muhammadiyah Gamping Yogjakarta. Bantuan fisik senilai Rp 7 miliar tersebut, disalurkan ke 7 Provinsi yang menjadi sasaran Program Mentari Covid-19.

Mission Director United States Agency for International Development (USAID) Indonesia Ryan Washburn mengatakan bahwa USAID merupakan badan Pembangunan Internasional dari Pemerintah USA, yang bermitra dengan berbagai negara untuk memperkuat kapasitas dan komitmen dalam mengatasi pembangunan.

Ryan Washburn menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya 130 dokter dan 92 perawat akibat Covid-19. “Kami terima data Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kami turut berduka cita atas meninggalnya dokter dan perawat Indonesia,” terangnya.

Ryan Washburn mengungkapkan, setiap orang yang menangani dan memberikan perawatan secara langsung kepada pasien, membutuhkan perlindungan diri yang tepat saat menjalani tugasnya.

“Dokter dan perawat harus dilengkapi peralatan yang sesuai keterampilan dan kapasitas untuk melindungi dirinya,” tambahnya.

Dalam mengatasi pandemi Covid-19, ujar Ryan lebih lanjut, semua orang dari pemerintah, rumah sakit umum dan swasta harus bersatu padu. “Tugas kita harus dari titik nol. Yang dibutuhkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan saat ini adalah alat pelindung diri (APD),” paparnya.

“Hari ini, saya mewakili pemerintah USA menyerahkan APD, sebagai bentuk dukungan kepada RS PKU Muhammadiyah dan Pemerintah Indonesia, yang dapat digunakan oleh 500 tenaga kesehatan,” ujarnya lebih lanjut.

Bantuan senilai Rp 10,2 Miliar atau 700 ribu dolar Amerika tersebut, mencakup pelatihan, peralatan dan kesiapan fasilitas untuk melindungi tenaga kesehatan.

“Saya mengapresiasi upaya RS PKU Muhammadiyah dalam merespon pandemi covid-19. Dukungan kami untuk Muhammadiyah ada berupa bantuan dari Pemerintah USA untuk Indonesia dalam mengatasi pandemi,” sambung Ryan Washburn.

Ryan memaparkan, bahwa Pemerintah USA sejak wabah Pandemi Covid-19, telah memberi bantuan sekitar 187 miliar atau sekitar 11 juta dolar Amerika kepada Pemerintah Indonesia. “Tenaga kesehatan merupakan panglima terdepan dalam melawan pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Kepala Subdir Gawat darurat teroadu Kementerian kesehatan RI dr. Asral Hasan menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada pejuang terdepan kesehatan di rumah sakit atas dedikasinya menberikan pelayanan kepada pasien Covid-19.

“Saya sangat hargai usaha dan semangat saudara dalam mengemban amanah dan kepercayaan melayani pasien Covid-19 dengan tanggung jawab, sebagai pejuang terdepan melawan virus yang sangat meresahkan masyarakat dunia,” ujar Asral Hasan dalam sambutannya.

Dalam upaya memutus rantai virus baru yang belum teridentifikasi pada manusia sebelumnya, Asral mengapresiasi USAID juga RS PKU Muhammadiyah yang telah memberikan bantuan pelayanan kepada pasien Covid-19.

“RS PKU Muhammadiyah merupakan rumah sakit rujukan dengan SK Gubernur. Melalui program Mentari Covid-19, yang dilakukan Majelis PKU Muhammadiyah dan didukung USAID, diharapkan dapat mendukung dan mengoptimalkan pelayanan pasien Covid-19,” paparnya lebih lanjut.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrohaman mengatakan, kerjasama dengan USAID merupakan bagian sangat penting, karena akan menjadikan sinergi yang sangat jauh dalam menangani Covid-19

“Peran jihad kemanusian bagian dari kecintaan kami kepada NKRI. Pimpinan Muhammadiyah mengucapkan terimaa kasih kepada MPKU yang telah melakukan program Covid-19, Usaid dan Kementrian kesehatan,” ungkapnya.

“Kami harap melalui program ini, dapat memberikan pelayanan lebih kepada pasien Covid-19, dan senantiasa Muhamadiyah membangun komunikasi dengan pemangku kebijakan semoga penanganan pandemi covid-19 dapat berjalan dengan baik.” pungkasnya.

Dari 30 RS PKU Muhammadiyah yang tersebar di 7 Provinsi di Indonesia, salah satunya RS PKU Muhammadiyah Surabaya, Jl KH Mas Mansyur. @rofik