LENSAINDONESIA.COM: Rahardian Zulfikri (33) warga Mulyorejo, Surabaya, Rabu (15/10/2020) dilaporkan polisi dalam dugaan kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap Anggriani Chintami Ayu Lestari (32), di salah satu Apartemen kawasan Lakarsantri, Surabaya.

Pria yang konon mengaku sebagai timses inti salah satu Cawali Solo ini menghajar wanita idaman lainnya (WIL) itu hingga babak belur lalu menyekapnya. Korban yang tak terima akhirnya melapor ke Polrestabes Surabaya.

Mengetahui dirinya dilaporkan ke polisi, tersangka yang juga mengaku mengenal pejabat Polda Jatim, menghubungi korban dan mendesak agar mencabut laporan dengan disertai ancaman. “Pokoknya kalau kamu gak cabut itu laporan, aku akan bener bener lakuin buat kamu masuk,” ancamnya melalui chat medsos.

Korban Anggriani Chintami Ayu Lestari yang dihadirkan ke Polrestabes Surabaya, mengaku kenal tersangka sebulan lalu di salah satu mall Jl Basuki Rahmat, melalui temannya. “Saya kenal sebulan lalu di mall, melalui teman,” ujarnya.

Disinggung awal penganiayaan yang diterimanya, Anggriani mengaku kesal terhadap Rahardian yang selalu membahas perempuan lain lalu membandingkan dengan dirinya.

“Saya kesal, dia selalu membicarakan perempuan lain. Bahkan dia juga mengaku telah menikah lagi secara siri (bawah tangan), karena kesal saya banting HP-nya,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait pengakuan Rahardian sebagai Timses salah satu Cawali Solo dan mengenal pejabat Polda Jatim, korban menyebut pelaku sering mengatakan hal tersebut.

“Dia memang mengaku sebagai salah satu Timses Walikota Solo dan mengenal pejabat Polda, bahkan mengaku sebagai Direktur BUMD di Jatim,” pungkasnya.

Anggriani menunjukkan salah satu bukti chat Rahardian (rofik)

Sementara Rahardian Zulfikri
mengaku melakukan penganiayaan karena marah saat ponselnya dibanting korban. “Waktu itu HP saya disembunyikan setelah cekcok kemudian dibantingnya,” ungkapnya.

Disinggung dirinya sebagai Timses Cawali Solo dan mengenal pejabat Polda Jatim, Rahardian berkelit. “Saya bukan Timses dan tidak kenal Pejabat Polda. Saya hanya wiraswasta,” dalih bapak dua anak tersebut.

Rahardian yang diciduk Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya di rumahnya, yang Rabu (22/10/2020) lalu, sempat mengaku sebagai Direktur salah satu BUMD Jatim.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menegaskan, tersangka penganiayaan disertai penyekapan, yang diciduk Resmob bukan bagian dari Timses salah satu calon walikota Solo.

“Tersangka kami amankan berdasarkan laporan penganiayaan dan penyekapan terhadap korban. Kami sudah mengumpulkan barang bukti, di antaranya rekaman cctv dan hasil visum,” terangnya.

“Kami juga meluruskan dan sesuai fakta hasil penyelidikan, bahwa tersangka bukan bagian Timses salah satu Cawali di Solo. Ini bisa rekan-rekan (wartawan) wawancara langsung dengan tersangka,” pungkas AKBP Hartoyo.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 333 KUHP dan pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana selama 8 tahun penjara. @rofik