LENSAINDONESIA.COM: Terkait IPB University memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Letjen TNI Doni Monardo yang saat ini menjabat Kepala BNPB dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, elite kampus IPB berharap kontribusi secara luas di bidang kemanusiaan yang dilakukan jenderal bintang tiga yang pernah menjadi penggerak TNI Kodam III/ Siliwangi bersama masyarakat membersihkan Sungai Citarum, terpanjang di Jawa Barat dari vonis Internasional sebagai sungai terkotor di dunia ini, bisa menjadi inspirasi masyarakat di Indonesia.

“Pengabdian dan jasa beliau yang luar biasa bagi kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu pengelolaan sumberdaya alam
dan lingkungan, pendidikan, pembangunan pertanian dalam arti luas serta kemanusiaan akan menjadi inspirasi bagi kita semua,” kata Rektor IPB, Arif Satria menyampaikan statement soal pemberian gelar kehormatan akademik pada 20 Oktober 2020 lalu, kepada Letjen TNI, Doni Monardo, yang juga Mantan Pangdam III/ Siliwangi dan Mantan Sekretaris Jenderal Dewan Pertahanan Nasional (Sesjen Wantannas), yang dibawa kendali langsung Presiden Joko Widodo.

Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada hari Selasa, tanggal 20 Oktober 2020 menyetujui pemberian gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Letjen TNI Doni Monardo. Sesuai Peraturan Senat Akademik IPB Nomor 05/2015 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) di Lingkungan IPB, Letjen TNI Doni Monardo dinilai pantas untuk memperoleh pengakuan dan
penghargaan atas karya, prestasi, dedikasi, dan kontribusi yang luar biasa dalam bidang IPTEKS, serta atas pengabdian dan jasanya yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan, pembangunan dalam arti luas, dan kemanusiaan.

Dalam perjalanan kariernya, Letjen TNI Doni Monardo senantiasa memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Dalam berbagai penugasan, baik saat mulai bertugas di Aceh, kemudian Danrem 061/Surya Kencana Bogor, selanjutnya sebagai Danjen Kopasus, Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam III/Siliwangi, Sesjen Wantannas dan kini Kepala BNPB; diperoleh fakta yang kuat bahwa Letjen TNI Doni Monardo senantiasa berperan yang sangat nyata dalam meningkatkan dan mengembalikan kualitas lingkungan hidup dan pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia.

Siaran pers IPB University juga menyebutkan, paling tidak terdapat 5 (lima) rangkaian kegiatan aksi yang dinilai luar biasa yakni: (1) Membangkitkan kepedulian lingkungan dan memberikan pelatihan ketrampilan (environmental awareness and training); (2) Memobilisasi sumber daya (resource mobilization) dan membangun jaring kerja kolaborasi (pentahelix); (3) Memulihkan dan merehabilitasi keanekaragaman hayati spesies dan ekosistem; (4) Membangun kolaborasi penegakan hukum; (5) Melakukan advokasi kebijakan. Seluruh lima kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan, terutama karena adanya kepemimpinan lingkungan (environmental leadership) yang kuat dan menonjol pada Letjen TNI Doni Monardo.

Warga Kehormatan Ambon, Dikenang di Makassar

Bapak tiga anak berdarah Minang kelahiran Cimahi, Jawa Barat pada 10 Mei 1963 ini tidak hanya menorehkan jejak prestasi di militer. Karier di militer, Doni yang lulusan Akademi Militer 1985 ini, saat perwira pertama dan menengah (Pama dan Pamen), bertugas di Kopassus hingga jadi Danyon-11 Grup-1/Kopassus (1986-1999). Ia pernah bertugas di daerah konflik, Timor Timur dan
Aceh.

Dikutip dari berbagai sumber, Doni setelah di Kopassus dan menjadi Danyonif 741/Satya Bhakti Wirottama (1999—2001), ia dipromosikan bergabung di Paspampres sebagai Dandenma Paspampres (2001-2003). Doni sempat mengikuti pelatihan counter terrorism
di Korea Selatan, dan ditugaskan di Katim Analis Intel Kolakoops TNI (2003—2004). Selanjutnya, ia menjadi Danbrigif Linud 3/Tri Budi Mahasakti (2006—2008).

Doni kembali dipromosikan menjadi Dan Grup A Paspampres (2008—2010). Tugas terberat yang berhasil diselesaikannya secara gemilang
saat di posisi ini, ia sukses mengawal orang nomor satu di Indonesia selama melakukan rangkaian kunjungan presiden ke 27 negara di dunia.

Sukses di Paspempres, Doni ditugasi menjadi Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat (2010-2011). Hanya beberapa bulan menjadi Danrem, ia diangkat jadi Wakil Komandan Jenderal Kopassus (2011/2012). Saat itu, Doni ditugaskan sebagai Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan Kapal MV Sinar Kudur yang dibajak perompak Somalia.

Keberhasilan membebaskan pembajakan kapal itu membuat namanya melambung hingga mengantarkan naik pangkat jenderal berbintang satu. Doni dipromosikan menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) hingga dua presiden. Sebagai Danpaspampres era pertengahan periode kedua Presiden SBY (2012-2014), berlanjut Danpampres era awal pemerintahan Presiden Jokowi. Kemudian, Doni
digantikan Andika Perkasa yang kini KSAD.

Nama Doni dikenang masyarakat di Makassar lantaran saat menjadi Danbrigif Linud 3/Tri Budi Mahasakti, ia sukses menggerakkan penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulsel itu, termasuk di sekitar Bandar Hasanuddin.

Ketika dari Danpaspampres menjadi Panglima Kodam (Pangdam) XVI/Pattimura (2015—2017), Doni kembali berprestasi “out of the box”.
Ia berhasil menggerakkan masyarakat bersama pemerintah daerah dengan programnya yang diberi nama “Emas Hijau dan Emas Biru”. Program ini untuk ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pengembangan hasil bumi di hutan dan di laut.

Sukses Doni di mata warga itu hingga masyarakat Maluku mengangkatnya menjadi Warga Kehormatan Kota Ambon.

“Mayjen TNI Doni Monardo telah membuktikan filosofi Jendral Sudirman bahwa TNI bukanlah suatu golongan di luar masyarakat melainkan bagian yang paling dekat dengan masyarakat. Atas kerja baiknya untuk Maluku khususnya Kota Ambon, maka banyak kunjungan kerja Presiden RI dan Wakil Presiden RI serta pemerintah Pusat ke Kota Ambon,” kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, terkait
Surat Keputusan DPRD Kota Ambon Nomor : 16/KPTS/DPRD/2017 tanggal 13 November 2017 Tentang Persetujuan DPRD Terhadap Usulan (Surat Walikota Ambon Nomor : 478 Tanggal 14 November 2017) Tentang Pemberian Gelar “Warga Kehormatan Kota Ambon” kepada Mayjen
TNI Doni Monardo, dikutip dari PAB Indonesia.com, Sabtu (17/11/2017).

Pasca menjadi Pangdam XVI/Pattimura dan ditugaskan sebagai Pangdam III/Siliwangi-Jawa Barat, Doni dengan dukungan penuh Presiden Jokowi, dirinya kembali menorehkan program “out of the box”. Ia pun menggerakkan program “Citarum Harum” menjawab vonis internasional bahwa Sungat Citarum, terpanjang di Jawa Barat menjadi sungai terkotor di dunia.

Sungai yang menjadi sumber air bersih puluhan juta warga Jawa Barat dan DKI Jakarta selain tercemar limbah sampah, juga limbah industri. Doni menginstruksikan pasukan Kodam III/ Siliwangi dan program penthahelix merupakan kolaborasi TNI/ Polri, pemerintah daerah didukung pusat, elemen masyarakat diantaranya warga kampus, ulama, Ormas dan LSM, serta pers. Presiden Jokowi meneken Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Citarum pada 15 Maret 2018,sebagai koordinator struktur Menko Bidang Kemaritiman.

Kemudian, Doni diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional. Di era periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi,ia dipercaya menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sejak masa pandemi Covid-19, Doni kembali dipercaya Presiden Jokowi untuk melaksanakan tugas tidak ringan. Ia ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Tanggungjawab kerja besar kemanusiaan ‘perang’ melawan pandemi Covid-19, praktis ada di pundak Doni. @jrk-LI