LENSAINDONESIA.COM: Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Batu memberikan bimbingan pranikah kepada calon pengantin melalui aplikasi whatsapp (WA).

Inovasi ini dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

Kepala KUA Kecamatan Batu, Arif Saifudin mengatakan, pada masa pandemi COVID-19 ini tidak mungkin bimbingan itu dilakukan secara massal seperti biasanya.

“Bimbingan pranikah merupakan program pemerintah pusat sehingga setiap pasangan calon pengantin wajib mengikuti,” katanya Senin (26/10/2020).

Agar program bimbingan pernikah tetap bisa berjalan, maka KUA harus mematuhi aturan yang diterapkan pemerintah dalam menangani pandemi, termasuk penerapan protokol kesehatan.

Berdasarkan protokol kesehatan, kata Arif Saifudin, pemerintah pusat menentukan aturan bahwa pemberian bimbingan secara offline maksimal delapan pasangan. “Tidak boleh lebih,” tegasnya.

Untuk itu, kata pria yang akrab disapa Arif ini, aplikasi WA menjadi alternatif pemberian bimbingan pranikah. Menurut dia, ada panduan dan soal yang harus dikerjakan selama dua hari oleh setiap pasangan calon pengantin itu.

Panduan dan soal yang harus dijawab  tersebut diberikan lewat WA. Begitu juga dengan link youtube untuk bimbingan secara virtual.

Bimbingan itu dilaksanakan paling lambat dua hari sebelum akad nikah.

“Waktunya fleksibel. Calon mempelai tidak terikat waktu karena bisa mengerjakan kapan saja dan di mana saja,” tutur dia.

Harapannya, agar calon pasangan pengantin itu bisa siap secara mental, memiliki ilmu dan paham bagaimana berumah tangga. Untuk itu, bimbingan pranikah tersebut sifatnya wajib dijalani.

“Namun, karena masa pandemi COVID-19, kami laksanakan bimbingan itu via WA. Itu kami lakukan demi mencegah penularan virus mematikan tersebut,” pungkasnya.@aji 

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitanganpakaisabun