LENSAINDONESIA.COM: Para generasi muda se-Malang Raya utamanya para pegiat dunia maya diajak untuk bersama-sama mencegah penyebaran paham radikal terorisme melalui dunia maya termasuk juga yang ada di lingkungan sekitarnya.

Generasi muda diharapkan untuk terus berperan dalam menebarkan narasi-narasi perdamaian.

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, MH, saat menjadi narasumber pada sesi Talk Show dengan mengambil tema “Pemuda, Media sosial, dan Sumpah Pemuda” dalam acara Ikrar Kebangsaan Duta Damai Dunia Maya BNPT bersama Pelajar dan Mahasiswa se-Malang Raya yang berlangsung di The Singhasari Resort, Batu, Jawa Timur, Senin (26/10/2020).

“Di era digitalisasi ini sebagian besar paham radikal terorisme itu muncul di media sosial. PMD (Pusat Media Damai) BNPT dan Duta Damai Jawa Timur harus terus membuat narasi-narasi tentang perdamaian dalam bentuk tulisan dan gambar baik melalui dunia maya maupun. Sehingga Informasi itu dapat tersampaikan secara luas kepada pemuda Indonesia,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Lebih lanjut alumni Akpol tahun 1988 ini mengatakan, fungsi literasi digital menjadi penting, karena generasi millenial hampir semuanya menggunakan media sosial.

Sehingga, pemuda juga bisa membuat informasi dalam mencegah hoaks dan penangkal paham radikal tertorisme. Karena tatanan sosial saat ini masih belum terbentuk, sehingga seluruh masyarakat harus mencegah semaksimal mungkin.

“Wajib bagi kita yang lahir di Indonesia ini untuk menjaga dan mencintai bangsa ini. Apalagi sebagai pemuda bangsa harus hebat dalam mencari ilmu dan memiliki semangat nasionalisme untuk menangkal masuknya paham radikal terorisme tersebut ke generasi muda,” terang mantan Waka Lemdiklat Polri ini.

Justru pemuda inilah, lanjut Boy, yang akan melanjutkan estafet negara ini. Karena dirinya sebagai orang tua sekaligus sebagai aparat pemerintah ini yang menjaga agar anak muda ini tidak terjerumus ke dalam paham radikal terorisme yang merugikan bangsa.

“Pemuda harus hati-hati dalam memilih informasi dan termasuk memilih teladan yang ada di media sosial, karena tatanan di media sosial belum terbentuk dan masih banyak postingan diwarnai dengan ujaran kebencian, profokasi dan paham teroris,” jelas mantan Kapolda Papua ini.

Menurutnya, kewajiban dalam menjaga Indonesia ini tentunya bukan hanya tugas dari pemerintah saja, tetapi semua elemen masyarakat. Meskipun adanya UU ITE mengatur mengenai etika menggunakan telnologi. Namun, ujaran kebincaan masih masif terjadi.

“Perlu ada penguatan jati diri bangsa agar di era globalisasi ini kita semakin waspada pada orang yang menyampaikan dan mempengaruhi paham-paham yang bertentangan ideologi Pancasila. Karena itu kami dari BNPT menhimbau dan mengajak pemuda dan pemudi Indonesia untuk menyuarakan semangat nasionalisme dengan nilai-nilai kebangsaan kepada teman, keluarga dan seluruh masyarakat,” ujar mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.

Untuk itulah Kepala BNPT mengapresiasi kegiatan Ikrar Kebangsaan yang diselenggarakan Pusat Media Damai (PMD) BNPT bersama Duta Damai Dunia Maya BNPT Regional Jawa Timur ini yang dinggap penting dalam menghadapi hari Sumpah Pemuda.
Karena, hal ini sebagai upaya untuk membangkitkan semangat kebangsaan di kalangan pemuda pemudi Indonesia yang tentunya harus terus dipelihara dan ditingkatkan dari waktu ke waktu.

“Hari ini kita sudah sama-sama menyaksikan Ikrar Kebangsaan yang tentunya ini sangat bermanfaat di dalam melakukan penguatan jati diri bangsa agar dimasa era globalisasi ini tetap waspada terhadap pihak-pihak yang tentunya berupaya untuk menyampaikan dan mempengaruhi paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara kita, Pancasila,” ujar mantan Kapolda Banten ini.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini berpendapat, bahwa kewajiban semua elemen bangsa agar pemuda pemudi Indonesia untuk senantiasa terus memelihara a semangat kecintaannya kepada Tanah Air ini dengan melakukan penguatan nilai nilai kebangsaan.

“Tadi Bu Walikota Batu (Dewanti Rumpoko) mengatakan bahwa beliau juga sudah menyampaikan beberapa hal yang bagus untuk kalangan generasi muda, dan BNPT mengucapkan terima kasih pada Walikota Batu yang tentunya memberikan atensi untuk kegiatan ini,” kata mantan Kapolrestabes Padang ini mengakhiri.

Sementara, Walikota Batu, Dra Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si meminta kepada para generasi muda, utamanya para pelajar dan mahasiswa yang ada di kawasan Malang Raya untuk bersikap bijak dalam menggunakan media sosial.

“Tentunya kami mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya para generasi muda untuk menggunakan media sosial secara bijak. Karena saya sendiri juga sangat aktif menggunakan media sosial kalau melihat ada anak-anak muda yang bersuara dengan tidak semestinya dan bahkan cenderung melakukan provokasi, saya miris sekali melihatnya,” ujar Dewanti Rumpoko.

Lebih lanjut wanita yang juga berprofesi sebagai Dosen Psikologi di Universitas Merdeka Malang ini mengatakan, anak muda boleh mengeluarkan pendapat. Tetapi mereka ini tidak tahu bahaya dan resikonya jika mengeluarkan pendapat tanpa dipikirkan dengan baik.

Bahayanya bukan dari sisi media sosialnya saja, tetapi bagi dia sendiri. Karena sekarang ini banyak perusahaan yang menerima rekruitmen karyawannya itu bukan hanya dilihat dari sisi tes akademis, keterampilan ataupun psikotest semata, namun juga rekam jejak orang itu dalam menggunakan media sosial.

“Karena rekam jejak media itu adalah sesuatu yang sangat riil, dimana akan terlihat situasi dan kondisi orang tersebut baik hatinya, emosinya itu bisa dilihat dalam rekam jejak media itu. Untuk itu hati-hati. Boleh mengeluarkan pendapat dimanapun termasuk di media sosial. Tetapi harus dengan bijaksana,” ujar wanita kelahiran Ampenan, 13 Desember 1962 ini

Untuk itu dirinya selama ini selalu menjembatani hal tersebut baik melalui sekolah-sekolah maupun organisasi-organisasi kepemudaan yang ada di Kota Batu agar bisa menjadikan anak muda ini sebagai calon pemimpin bangsa yang baik.

“Bahkan kami sering datang langsung ke sekolah dan memberikan pembekalan dan pengarahan ke gurunya agar bisa mengarahkan para muridnya dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa ini untuk masa depan,” ujar wanita yang banyak aktif beorganisasi di bidang sosial dan olahraga ini.

Seperti diketahui, kegiatan Talk Show acara Ikrar Kebangsaan Duta Damai Dunia Maya BNPT Jawa Timur ini dihadiri narasumber lainnya yaitu influencer yang juga penulis buku dari Malang Raya, Lintang Pandu Pratiwi. Acara yang dihadiri sekitar 75 pelajar dan mahasiswa se-Malang Raya ini juga dihadiri jajaran Forkopimda Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Para pejabat BNPT yang turut hadir dalam acara ini yaitu Sekretaris Utama Mayjen TNI Untung Budiharto, Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Direktur Pencegahan Brigjen Pol Ahmad Nurwahid, SE, MM, Direktur Deradikalisasi Prof Dr. Irfan Idris, MA serta Kepala Biro Umum Marsma TNI Fanfan Infansyah.@licom