LENSAINDONESIA.COM: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak masyarakat waspada dan ikut serta dalam mencegah tindakan radikalisme dan terorisme.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala BNPT, Komjen Pol Dr  Boy Rafli Amar, MH dalam acara Deklarasi Kesiap-siagaan Nasional di Golden Tulip Holland Resort, Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020).

“Saya ingin mengajak seluruh lembaga atau instansi, serta seluruh eleman masyarakat untuk ikut serta menjadi bagian dari kesiapsiagaan nasional dalam pencegahan tindak pidana terorisme,” katanya.

Boy mengatakan, deklarasi Kesiap-siagaan Nasional merupakan aksi nyata perlindungan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.  Hal itu sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Mantan Kadiv Humas Polri ini menjelaskan, bila dalam payung hukum tersebut, BNPT diamanatkan untuk melakukan pencegahan terorisme melalui tiga
hal seperti kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

Kesiapsiagaan nasional yang dimaksud dalam Undang-undang itu, menurut dia, seluruh elemen masyarakat harus siaga dari ancaman aksi terorisme dan bahaya laten paham radikal terorisme.

Sebagai lembaga koordinator penanggulangan terorisme di Indonesia, kesiapsiagaan nasional yang dilaksanakan BNPT bersama Kementerian dan Lembaga terkait itu direalisasikan dalam beberapa tindakan, seperti pemberdayaan masyarakat, peningkatan kemampuan aparatur, perlindungan dan peningkatan sarana prasarana. Selain itu melakukan pengembangan kajian terkait terorisme, serta melakukan pemetaan wilayah rawan paham radikal terorisme.

“Melalui tindakan-tindakan tersebut, dapat dilihat bahwa pengentasan terorisme, baik dari hulu hingga ke hilir harus melibatkan seluruh elemen di Tanah Air. Masyarakat dan pemerintah harus bergerak aktif, bersinergi demi mengatasi masalah  terorisme,” ujar BOy.

Boy Rafli Amar  menyatakan bahwa kesiapsiagaan ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa terorisme bukanlah permasalahan yang bisa dianggap remeh. Baginya, serangan kecil pun dapat berdampak besar terhadap integritas dan martabat Indonesia.

“Untuk itu saya selaku kepala BNPT ingin mengajak seluruh lembaga atau instansi serta elemen masyarakat ikut menjadi bagian dari kesiapsiagaan nasional. Terutama  dalam pencegahan tindak pidana terorisme,” jelasnya.

Lebih dari itu, lajut Boy, deklarasi ini diharapkan dapat menggugah semangat seluruh unsur yang terlibat dalam penyiapan sumber daya dalam mengantisipasi pencegahan tindak pidana terorisme.

“Kami sangat berharap dengan deklarasi kesiapsiagaan nasional ini bisa lebih siap lagi dalam melindungi kepentingan negara dan bangsa dari terorisme. Sehingga tercipta rasa aman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tutupnya.@aji