LENSAINDONESIA.COM: Jelang libur panjang dan cuti bersama, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 443/9620/436.8.4/2020 yang diterbitkan 26 Oktober.

Tujuan diterbitkannya SE adalah untuk mencegah penyebaran COVID-19 serta meningkatkan kewaspadaan saat musim penghujan.

Sasaran dari SE sendiri adalah Ketua RW / RT, pemilik atau pengelola kos, hotel, apartemen, serta pengelola perumahan.

Semua pihak tersebut diimbau untukmengantisipasi penyebaran COVID-19 serta meningkatkan kewaspadaan di tengah musim penghujan yang telah dirasakan Surabaya.

Dalam SE-nya, Risma mengimbau agar masyarakat khususnya para pekerja dan karyawan yang bekerja di Surabaya tidak meninggalkan Surabaya untuk berlibur di tengah pandemi. Mereka diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana yang mungkin dapat terjadi saat musim penghujan seperti saat ini. Serta tetap berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing.

“Jadi warga Surabaya diimbau untuk tidak bepergian ke luar kota selama liburan. Mereka diimbau untuk tetap bersama keluarga di rumah,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Febriadhitya Prajatara saat ditemui di Kantornya Selasa siang (27/10/2020).

Apalagi setelah adanya laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait adanya potensi bencana yang akan terjadi di saat musim hujan ini. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada demi keselamatan bersama dibandingkan berlibur ke luar Surabaya.

“Laporan BMKG saat ini kondisi cuaca tidak menentu, jadi untuk keselamatan bersama diharapkan warga tetap stay di Kota Surabaya,” terang Febri.

Dalam SE tersebut juga dijelaskan ketentuan apabila wargakeluar dari kota Surabaya. Dimana setiap warga yang keluar Surabaya lebih dari 3 hari diwajibkan untuk menyetorkan hasil Swab. Bila belum memiliki hasil swab warga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan pemeriksaan RT-PCR/Swab baik itu di Puskesmas atau pun Rumah Sakit.

Selain itu, warga juga dapat melakukan tes di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang berada di Samping Puskesmas Gayungan.Bagi warga Surabaya cukup dengan menunjukkan KTP Surabaya dan dapat melakukan tes swab gratis. Sedangkan warga luar Surabaya dikenai biaya Rp 125 ribu.

Selain itu warga juga diperkenankan untuk dapat mengadakan acara Maulid Nabi, Namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Hal itu telah tertuang dalam Peraturan Wali (Perwali) Kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Kota Surabaya dan perubahannya.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitanganpakaisabun