LENSAINDONESIA.COM: Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerakan Moral Sadar Demokrasi dan Kewarganegaraan (Geradasi Warna), meresmikan Sekolah Bhinneka Warna Kita sekaligus melantik 100 pelajar SMA/Sederajat yang berasal dari 34 provinsi sebagai Pelajar Penggiat Pancasila.

Hal ini didukung Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan berkolaborasi dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAAI). Pelantikan dan peresmian Pelajar Penggiat Pancasila dilakukan oleh Kepala BPIP Prof. KH. Yudian Wahyudi, pada acara Penyematan Pin Pelajar Penggiat Pancasila dalam memperingati Sumpah Pemuda, Selasa (27/10).

Para mahasiswa UI dan pengurus UKM Geradasi Warna UI akan terlibat menjadi mentor bagi para Pelajar Penggiat Pancasila di dalam Sekolah Bhinneka Warna Kita.

Para mahasiswa UI terdiri dari 14 mentor dari UI dan 15 orang pengurus UKM Geradasi Warna UI. Untuk dapat menjadi Pelajar Penggiat Pancasila, para peserta harus terlebih dahulu mengikuti rangkaian kegiatan dan pengajaran oleh para tutor dan tim kurikulum.

Pengajaranya antara lain: Moderasi Beragama dan Pancasila; Belajar Politik Demokrasi dan Kewarganegaraan; Demokrasi Digital; Dinamika Pancasila dari Masa Ke Masa; Multikulturalisme Indonesia dan Wawasan Kebangsaaan; dan Kontribusi Indonesia terhadap Perdamaian Dunia.

Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Prof. Dr. Abdul Haris, menyampaikan bahwa pembentukan Sekolah Bhinneka Warna Kita memiliki tujuan jangka panjang untuk melahirkan para Pelajar Penggiat Pancasila yang memiliki tugas mengkampanyekan isu kebangsaan, menumbuhkan dan memperkuat spirit nasionalisme, Pancasila, Gerakan Cinta Indonesia, dan toleransi dan moderasi beragama.

“Untuk mewujudkan tujuan jangka panjang tersebut dibutuhkan model pendekatan program yang menguatkan 6 kompetensi yaitu wawasan kebangsaan, moderasi beragama, penguatan wacana dan narasi di ruang publik, peace community development, pengembangan kreativitas dan influencer, sebagai luaran yang ingin dicapai,” kata Prof. Haris.

Kepala BPIP, Prof. KH. Yudian menyambut baik kerja sama para pihak dalam rangka pembinaan Ideologi Pancasila melalui Sekolah Bhinneka Warna Kita.

“Hal ini sesuai dengan tugas BPIP yang antara lain melakukan koordinasi dan sinkronisasi secara menyeluruh dalam pembinaan ideologi Pancasila,” ujar Prof. KH. Yudian.

Prof. KH. Yudian berharap melalui sekolah Bhinneka Warna Kita ini akan melahirkan Pelajar Penggiat Pancasila yang menguatkan isu kebangsaan, nasionalisme, Pancasila, hingga community development.

“Ini salah satu contoh mempertahankan (kemerdekaan Indonesia), yang nantinya diharapkan dari sini lahir generasi yang mampu mengembangkan kemerdekaan dan Indonesia emas. Merekalah kelak yang akan menjadi pemain utama meningkatkan prestasi 100 tahun Indonesia Merdeka, yang sebelumnya telah diberikan oleh para pemuda di era perjuangan kemerdekaan,” ujar Prof. KH. Yudian.

Lebih lanjut, Ketua AGPAAI Dr. Marbawi mengharapkan agar kegiatan Sekolah Bhinneka Warna dapat menjadi bagian penting rekayasa sosial untuk menanamkan nilai Pancasila di kalangan pelajar.

“Kita harapkan alumni sekolah ini dapat menjadi Pelajar Penggiat Pancasila yang mampu membangun wacana di berbagai media atau platform, baik online maupun offline, untuk menggambarkan dan menginterpretasikan nilai Pancasila,” kata Marbawi.

“Semangat pemuda Indonesia juga ditunjukkan pada berbagai capaian prestasi dunia yang ditorehkan mahasiswa UI. Sebut saja juara pertama dalam Virtual Case Competition Asia Pacific Rim University (APRU) Global Health Conference 2020 yang diraih oleh enam mahasiswa UI dengan mengusung rancangan aplikasi Go-Elderly,” terangnya.

“Kemudian, mahasiswa Program Pendidikan Vokasi UI Jeihan El Bianca yang meraih posisi runner-up dalam kompetisi lomba membaca puisi dalam Bahasa Rusia yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Rusia di Indonesia. Ini merupakan implementasi merdeka belajar, sekaligus pembuktian bahwa pemuda Indonesia mampu bersaing secara global,” sambung Prof. Haris mengakhiri.@licom