LENSAINDONESIA.COM: Para seniman lukis di Kota Malang menggelar pameran seni peduli korban COVID-19.

Pameran amal bertajuk “NEWLIFE solidArity” digelar di Warkop LUMPANG Space & Cafe milik Sulistyo Dion di Ruko Mutiara Jingga Residence Jl. Loncat Indah BB-9 Tasikmadu, Lowokwaru, Malang.

Pameran akan berlangsung mulai  24-30 Oktober 2020 dengan menyuguhkan 25 karya.

Koordinator pameran, Masari Arifin mengatakan, ada 6 seniman yang memamerkan karyanya. Meraka adalah Anjanis Maliki, Bustaf Abid, Gatot Arbun, Juwari Tamanadji, Masari Arifin dan S Drajad.

Kata Masari Arifin, 50 persen dari setiap karya yang terjual akan disumbangkan untuk yayasan sosial dan warga terdampak COVID-19.

“Lewat pameran ini setidaknya seniman turut berpartisipasi dalam menggalang dana dan pentingnya tolong menolong, saling peduli antar manusia dan saling menguatkan di tengah ketidakpastian,” jelas Masari Arifin, Kamis (29/10/2020).

Untuk itu, ia mengajak seluruh pecinta seni, pemerintah dan dinas terkait, kolektor serta masyarakat pada umumnya bisa bersama-sama berpartisipasi dalam perhelatan pameran tersebut. Dengan spirit kebersamaan dan solidaritas sesama bisa terbangun sinergi antara pelaku seni, budaya dan masyarakat, khususnya di Kota Malang.
Mengingat pandemi virus Corona berpengaruh besar terhadap segala aspek kehidupan masyarakat.

Masari mengatakan, fenomena sosial dewasa ini menjadi menarik lantaran masyarakat ke depan harus beraktivitas kembali dengan cara “berdamai” dengan virus Corona.

Hal itu untuk menciptakan kenormalan baru dalam kehidupan.

“Manusia sebagai makhluk sosial tentu mengalami gagap tradisi dengan adanya pembatasan berkumpul dan berinteraksi dalam bentuk tatanan baru kehidupan,” jelas dia.

Menurut Masari, aspek positif dan negatif dari situasi menantang tersebut turut membentuk dinamika masyarakat agar segera bangkit dari keterpurukan.

Karena itu, dalam situasi sulit ini, lahir berbagai gerakan sosial yang kreatif dan solidaritas kemanusiaan. Semua itu untuk mengurangi beban masyarakat dari tekanan ekonomi yang berat.

“Semua itu merupakan fenomena sosial yang akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat ke depan. Seniman sebagai bagian dari masyarakat turut pula merasakan dampaknya,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Masari, banyak seniman yang memandang kondisi wabah itu dengan keterbatasan sebagai sumber inspirasi dan kreativitas dalam berkarya. Hal ini yang saat ini dialami 6 seniman Kota Malang yang menggelar pameran amal “NEWLIFE solidArity”.@aji

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitanganpakaisabun