LENSAINDONESIA.COM: Relawan Jokowi, Komite Nasional-Jokowi menilai ucapan politisi Partai Gerindra Andre Rosiade (Anggota Komisi VI DPR RI) di beberapa media bermuatan sarat kepentingan, karena menganggap bahwa tidak ada jaminan kinerja meningkat jika relawan semakin banyak di jajaran BUMN.

Kornas membantah ucapan Andre dan menuding identik sebagai politisi yang syarat kepentingan, berbeda dengan relawan Jokowi yang sejak awal mendukung Jokowi dari gubernur hingga presiden dua periode.

“Itu artinya relawan memahami benar apa yang diinginkan Jokowi melalui kebijakan-kebijakannya. Jadi, saya kira justru relawanlah yang paham dengan kebijakan-kebijakan Jokowi yang ingin adanya perubahan mendasar di republik ini. Beda dengan mereka para politisi yang selalu bicara kepentingan pribadi, kelompok dan golongannya,” kata Sekretaris Jenderal Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh melalui siaran persnya, dikutip LensaIndonesia.com, Sabtu (31/10/2020).

Kornas-Jokowi yang tergabung juga di Komite Penggerak Nawacita (KPN) ini mengatakan, bahwa sejarah BUMN selalu menjadi sapi perah partai politik. Hal itu kata Akhrom, sudah menjadi rahasia umum.

“Coba kita bicara sejarah BUMN yang selalu jadi sapi perah partai politik, maka saya kira kalau relawan dituding tidak dapat bekerja memperbaiki kinerja BUMN itu salah besar, dan itu logika yang keliru. Banyak kok relawan yang mumpuni dibidangnya, jangan dikira relawan jokowi tidak memiliki skill yang baik. Apalagi kawan-kawan banyak dari kalangan aktivis yang sudah terbiasa mengontrol kekuasaan, apalagi cuma di perusahaan,” tegas mantan aktivis mahasiswa ini.

Tudingan para politisi bahwa relawan tidak adanya jaminan memperbaiki kinerja BUMN, menurut Akhrom, justru pihaknya kembali bertanya, apakah selama ini para Komisaris dan Direksi titipan partai politik dapat memperbaiki kinerja BUMN?

“Jelas enggak juga kan. Malah maaf ya, meraka bisanya korupsi aja kok. Kalau relawan Jokowi sebagai jaminannya jelas dalam hal mengawal kebijakan, kalau bukan pendukung jaminannya apa?,” imbuh pria kelahiran Palembang ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, Andre Rosiade tidak pantas bicara hal tersebut. “Itu kan sama aja bunuh karakter relawan,” pungkasnya. @red