LENSAINDONESIA.COM: Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan dunia. Sebab tampuk kepemimpinan negara Adi daya itu berpengaruh terhadap politik dan ekonomi global.

Lalu apa dampaknya hasil Pilpres AS terhadap ekonomi Indonesia?

Menurut Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo, Indonesia menerapkan small open economy sehingga dinamika global termasuk ajang Pilpres AS juga terpengaruh. Apalagi AS juga termasuk mitra strategis Indonesia dalam perdagangan internasional.”

Data September 2020, ekspor nonmigas dengan tujuan Amerika Serikat termasuk kedua setelah Tiongkok. Nilainya 12,68 persen atau USD 1,69 miliar dari total ekspor Indonesia ke seluruh dunia,” ujar Wisnu,  Rabu (04/11/2020).

Wisnu menuturkan, dari sisi petahana yaitu Donald Trump menerapkan kebijakan tertutup dengan ada pembatasan terhadap arus barang dan jasa dari luar AS. Hal tersebut menjadi tantangan bagi negara lain termasuk Indonesia. Mengingat Indonesia akan menggenjot ekspor dan menciptakan surplus perdagangan.”

Pada periode pertama Donald Trump dengan slogan make America great again melakukan pembatasan barang dan jasa dari luar AS. Ini akan berlanjut kalau Donald Trump menang,” kata dia.

Ia menambahkan, ketidakpastian perang dagang juga akan membayangi jika Donald Trump menang. Kebijakan AS tersebut, menurut Wisnu dapat memicu negara lain untuk membalas aksi perang dagang.
“Barang-barang dari AS akan dihambat ke China, perang dagang berkepanjangan ciptakan ketidakstabilan sehingga sulit perbaiki neraca (dagang-red) yang defisit,” ujar dia.
Sementaraitu, dari segi impor, Wisnu menuturkan, Indonesia juga banyak impor bahan baku penolong dari Amerika Serikat.

AS terbanyak keempat setelah Tiongkok, Jepang, Singapura, sekitar 5,84 persen. Ini akan berdampak ketidakstabilan hubungan dagang,” kata dia.

Wisnu mengatakan, jika Donald Trump lebih konservatif, Joe Biden cenderung lebih bebas. Hal ini menurut Wisnu dapat mendorong fleksibilitas dari segi ekspor.
“Inipunya peluang untuk meningkatkan ekspor khususnya ke AS. Hambatan akan berkurang karena kebijakan lebih longgar, dan timbulkan kestabilan hubungan perdagangan antar negara,” ujar dia.

Dari sisi pergerakan mata uang, Wisnu menuturkan, jika Donald Trump akan mendorong kinerja perdagangan AS lebih baik. Ini akan mendorong dolar AS menguat dan rupiah tertekan. Di sisi lain, jika Joe Biden menang, menurut Wisnu, kinerja ekspor berpotensi meningkat sehingga akan memperkuat rupiah.

Meski demikian, Wisnu mengatakan, dari segi pajak, kebijakan Joe Biden tidak terlalu disukai karena dongkrak pajak.

Sedangkan Donald Trump, menurut Wisnu akan merelaksasi pajak untuk dongkrak ekonomi. Hal itu menurut Wisnu akan disukai oleh pelaku ekonomi terutama di AS. Wisnu menuturkan, pilpres AS itu bagaimana juga masyarakat AS merasakan dampak kebijakan pemerintahnya.

“Jika masyarakat AS merasakan dampak kebijakan perdagangan yang dilakukan Trump manfaatnya banyak dirasakan, kalau percuma terbuka perdagangan tidak maksimal,” kata dia.@Li-13/l6