LENSAINDONESIA.COM: Joe Biden akhirnya memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat, mengalahkan Donald Trump. Pasca pemungutan suara pada, Selasa 03 Juni 2020 lalu, proses penghitungan suara berlangsung menegangkan.

Biden menang usai meraup 290 electoral votes, menyusul kemenangan tipisnya di negara bagian .

Seperti dilansir Fox News, Sabtu (07/11/2020), data penghitungan teranyar dari Fox News menunjukkan Biden menang atas petahana Donald Trump di Pennsylvania dengan meraih 49,7 persen suara, dengan Trump meraup 49,2 persen suara.

Dengan kemenangannya di negara bagian yang memiliki 16 electoral votes, maka Biden telah meraup 290 electoral votes sedangkan pesaingnya, Donald Trump baru meraup 214 electoral votes.

Diketahui bahwa dibutuhkan 270 electoral votes  dari total 538 electoral votes untuk bisa memenangkan pilpres AS.

Sementara, BBC memberitakan Biden menang di negara bagian kunci Pennsylvania, mengantarkannya ke perolehan suara elektoral sebanyak 273 – melebihi batas minimal 270 yang diperlukan untuk menuju Gedung Putih.

Tim kampanye Trump menyatakan calon mereka belum mempunyai rencana untuk mengaku kalah sementara tim legal mengatakan akan mulai bekerja pada Senin (09/11/2020).

Biden mengatakan kini saatnya bagi Amerika untuk “bersatu” dan membuang kemarahan.

“Kampanye telah berakhir, saatnya melupakan kemarahan dan retorika kasar dan bersatu sebagai bangsa,” katanya.

Dalam cuitannya, Biden mengatakan, “Amerika, saya merasa terhormat, telah memilih saya memimpin negara besar kita.”

“Kerja di depan kita akan sulit, namun saya berjanji, saya akan menjadi presiden untuk semua warga Amerika – terlepas dari apakah Anda memilih saya atau tidak,” tulis Biden pada Sabtu (07/11/2020).

“Saya akan tetap menjaga kepercayaan yang Anda berikan kepada saya.”

Kamala Harris akan menjadi wakil presiden perempuan pertama dalam sejarah Amerika.

Hasil ini menunjukkan Trump adalah presiden pertama yang tidak terpilih lagi untuk masa jabatan kedua sejak 1990-an.@LI-13/fox/bbc