LENSAINDONESIA.COM: Tragedi pemukulan manajer artis, Andrena Isa Zega berlanjut menjadi episode kejahatan pidana. Tersangka kasus kategori penganiayaan di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan, Selasa (3/11/20202) itu, melibatkan dua orang pelaku. Bahkan,  pelaku tidak dikenal korban.

Kejadiannya menjelang larut malam sekitar pukul 22.30 WIB. Tersangka pemukulnya, yaitu bernisial A. Seorang lainnya bertindak mengambil gambar video, inisialnya D.

Peristiwa pemukulan itu disaksikan langsung oleh artis korban, si Alin dan Ata. Korban, Andrina Isa Zega yang akrab dipangil Mami Isa, mengalami nasib nahas pemukulan itu saat manajer artis ini asyik ngobrol larut malam dengan para artis asuhannya.

Kebetulan saat kejadian, korban dan artis asuhannya tengah menyelesaikan tahap pembuatan video klip.

“Tanpa diduga-duga dua orang memukul ke bagian wajahku. Sebelumnya, mereka berdua (Alin dan Ata) melihat seseorang merekam. Hal itu biasa terjadi, mungkin saja ada orang yang ingin dekat dengan dunia hiburan. Aku tidak sadar, tiba- tiba aku dipukul, sehingga bibir bagian dalam robek,” kata Mami Isa.

Pelaku berinisial A setelah memukul langsung lari. Namun temannya, D perekam video tetap di lokasi. Sehingga, Satpam Cafe di apartemen itu segera mengamankan dan menyerahkan ke Polsek Pancoran.

“Makanya, jangan bandel dan meneruskan dengan kata-kata ancaman,” cerita Alin menirukan ucapan si pembuat video. Saat pemukulan, Alin di dekat korban, Mami Isa.

Rupanya, pelaku tidak suka dengan aktivitas medsos Mami Isa dan terkait utang piutang mobil kredit. Begitu pengakuan tersangka saat diintrogasi pihak keamanan cafe setempat sebelum diserahkan ke polisi.

Akibat kejadian itu, Mami Isa menjalani visum dokter RS Siaga, Jakarta. Visum menyebutkan ada masalah dengan tulang hidung.

“Sehingga, aku kesulitan untuk tersenyum. Bukan karena sombong, sakit,” kata Mami Isa, Senin (9/11/2020) di Jl. Asem Baris, Jakarta Selatan.

Indra Tarigan SH, kuasa hukum Adrena Isa Zega menjelaskan, sejauh ini pelaku sudah ditahan kepolisian. Tindakannya dijerat Pasal 351 KUHP.

“Mungkin ada pasal lain pada pengembangan pemeriksaan selanjutnya. Pelakunya berubah-ubah saat ditanya motifnya,” jelasnya.

Kasus ini pun mengundang supporting dari Tim Kuasa Hukum dari Gerakan Advokat dan Aktivis (GAAS). Terdiri dari Rudy Silfa SH, Suta Widhya SH, Deasy Anna Victorina SH, R. Joko Purnomo SH, Sapto Wibowo dan lainnya.  Tim ini pernah mendampingi Mami Isa saat diperiksa di Mapolres Jakarta Selatan terkait tindak pidana yang dilakukan seseorang terhadap Medina Musa. @rama