LENSAINDONESIA.COM: Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara) langsung membentuk ‘tim khusus’ untuk “supporting”  Ganjar Pranowo, pasca Gubernur Jawa Tengah ini menerima penghargaan Indonesia Award atau Habibie Prize 2020 sebagai provinsi paling inovatif di Indonesia.

“DPN Kombatan sangat mengapresiasi progress Ganjar Pranowo sebagai orang nomer satu di Jawa Tengah berhasil memimpin provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia, setelah Jabar dan Jatim. Terbukti, wilayahnya mendapatkan penghargaan Habibie Prize 2020 paling inovatif,” kata Ketua Umum DPN Kombatan, Budi Mulyawan yang akrab dipanggil Cepi, di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (10/11/2020) di Auditorium BJ Habibie di Jakarta, menerima penghargaan Indonesia Award 2020 kategori provinsi inovatif. Penghargaan ini diraih karena provinsi yang dipimpin Ganjar, unggul dalam hal inovasi, termasuk pengembangan kreasi dan riset buah apresiasi terhadap kampus-kampus yang ada di kabupaten/ kota di Jawa Tengah. Juga memberi ruang terhadap praktisi maupun para individu akademisi.

Salah satu karya “out of the box” yang juga menonjol, dalam bidang pendidikan, contohnya. Ganjar melahirkan sekolah virtual untuk anak putus sekolah.

Kombatan sebagai Ormas berbasis nasionalis, diakui Budi Mulyawan, pihaknya terpanggil untuk turun ikut mengawal progress karier kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah yang berhasil mengunduh lebel terinovatif itu.

“DPN Kombatan juga sudah mengintruksikan Kombatan Korwil Jateng untuk fokus agenda tersebut,” kata Budi Mulyawan, yang termasuk pelaku sejarah Tragedi “Kudatuli” (27 Juli 1986) yang merupakan cikal bakal peristiwa Reformasi 1998.

Meski tidak ada kaitan dengan garis komando politik PDI Perjuangan, namun Kombatan bersikap seakan wajib mengapresiasi progress kepemimpinan Ganjar Pranowo. Pasalnya, menurut Budi Mulyawan, Gubernur Jawa Tengah itu termasuk sosok negarawan yang menjadi aset bangsa dari kalangan nasionalis.

Ketum DPN Kombatan ini juga berharap dengan berhasilnya Ganjar mengunduh penghargaan itu, dapat memotivasi semangat daerah-daerah lain.  Khususnya, bisa jadi stimulator bangkitnya figur-figur negarawan lainnya dari kalangan nasionalis untuk saling kompetisi dalam hal inovasi, baik dari level provinsi maupun kabupaten/kota.

“Hanya dengan semangat inovasi dan berkreasi ‘out of the box’ seperti yang sudah dirintis Presiden Jokowi selama ini, Indonesia akan bisa mewujudkan masa keemasan bonus demografi tahun 2030-2040,” pungkasnya. @redut