LENSAINDONESIA.COM: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyediakan ruang isolasi di dekat barak pengungsian dampak erupsi Gunung Merapi.

Ruang isolasi ini disiapkan bagi pengungsi bilaman ada yang terpapar COVID-19.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto menerangkan, bahwa ruang isolasi tidak dibangun di area Balai Desa Glagaharjo yang menjadi barak pengungsian. Namun dibangun di salah satu ruang kelas di SD Muhammadiyah Cepit, Glagaharjo yang tidak jauh dari barak.

Menurut Joko gedung SD Muhammadiyah dimanfaatkan sebagai tempat isolasi karena banyak kelas kosong sejak diberlakukan belajar secara online (daring).

“Sebelah selatan barak kan ada SD. Nah, ada banyak ruangan yang kosong. Satu ruang kelas dipakai untuk tempat isolasi (penderita) COVID-19,” katanya.

Joko menerangkan bahwa ruang kelas yang dipakai sebagai ruang isolasi ini bisa berisi empat bilik. Tiap ruangan diberi sekat-sekat.

Joko menambahkan jika pembuatan ruang isolasi tersebut dibuat berdasarkan masukan dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat meninjau lokasi barak pengungsian Glagaharjo.

Sultan HB X saat itu menyarankan agar ada ruang isolasi di barak pengungsian Glagaharjo agar memudahkan pemantauan dan perawatan pengungsi.@LI-13/mc

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun