LENSAINDONESIA.COM: Pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya Prof Dr Kacung Marijan mengatakan, pasangan calon (paslon) wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armuji (Erji) telah meniru atau menjiplak program distributif paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU), salah satunya soal dana insentif setiap RT di Kota Surabaya.

Kata Kacung, pasangan Erji mulai Sabtu 14 Nopember 2020 menebar program akan memberikan setiap RT di Kota Surabaya anggaran sebesar Rp 175 juta per tahun yang masuk dalam dana program kegiatan RT.

Padahal, kata Kacung, program serupa telah dimunculkan paslon MAJU sejak beberapa bulan lalu. pasangan MAJU sudah menawarkan program Rp 150 juta setiap RT di Surabaya per tahun.

Karena itu ia menduga, program dari Paslon Nomor Urut 1 Eri Cahyadi dan Armuji menjiplak atau plagiasi. Hanya saja nominalnya yang dilebihkan sedikit sebesar Rp 25 juta.

Menurut Kacung, program distributif yang telah dirancang sejak awal oleh MAJU itu sangat dibutuhkan masyarakat Surabaya.

“Program Pak Machfud itu banyak yang distributif, sehingga banyak menarik perhatian masyarakat. Sementara program Pak Eri Cahyadi hanya melanjutkan saja dari program Bu Risma,” ujarnya.

Karena program Machfud MAJU itu banyak menarik perhatian masyarakat, maka ada rasa kekhawatiran dari paslon Erji.

“Maka istilahnya, ‘wah gawat ini’ yang dirasakan oleh pesaingnya (Erji). Ya mau tidak mau akhirnya dia (Erji) membuat program yang distributif juga seperti Pak Machfud-Mujiaman. Ya nanti Pak Machfud kan bisa mengatakan ‘lha ini kan program niru. Tapi itu nanti urusannya Pak Machfud,” kata Kacung.

Terpisah, menanggapi adanya program dadakan dari Paslon Erji ini pengamat politik dari Universitas Surabaya (Unesa) Agus Machfud Fauzi menyampaikan jika biasanya visi dan misi program sudah disampaikan pada saat debat.

Menurut dia, ketika dalam pertengahan membuat hal yang baru itu sifatnya penjelasan. Bukan menjadi dasar visi dan misinya.

Jika itu sesuatu yang baru Agus melemparkan kritik bahwa yang bersangkutan belum punya rancangan terkait dengan visi dan misi ke depan dengan matang.

“Jika tak dimasukkan dalam program visi dan misi, maka relatif sulit dipertanggung jawabkan. Sehingga ketika terpilih, rakyat menagih relatif sulit,” tegas mantan Komisioner KPU Jatim ini.

Soal anggaran RT sebesar Rp 175 per tahun, Eri maupun Armuji sampai saat ini belum menyatakan sama sekali. Karena memang program itu belum sekali pun mereka sebut sebelumnya dalam setiap kampanyenya.

Namun, poster soal itu sudah diunggah dalam akun Instagram tim suksesnya Fuad Bernardi yang tak lain adalah anak sulung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Fuad salah satu orang terpenting dalam tim kampanye Eri. Setiap hari dia hampir selalu menamani aktivitas kampanye Erji.@sarifa