LENSAINDONESIA.COM: Meskipun di sejumlah daerah di Jawa Timur telah memasuki zona oranye dan kuning, namun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus meminta masyrakat patuh protokol kesehatan COVID-19.

Sosialisasi protokol kesehatan dilakukan khofifah dengan bersepeda bareng masyarakat. Kali ini, daerah yang menjadi sasaran gerakan melawan COVID-19 yaitu Kabupaten Jember.

Gowes bareng masyarakat ini mengambil start start dan finish di Kantor Bank Indonesia Jember dengan melintasi rute sepanjang 10,9 KM.

Di sepanjang perjalanan gowes, orang nomor satu di Jatim ini membagikan paket sembako dan masker untuk warga kurang mampu, seperti tukang becak. Ia juga menegur secara langsung masyarakat yang masih tidak menggunakan memakai masker, kemudia diberikan masker. Ia menekankantetap menggunakan masker di masa pandemi COVID-19 saat ini.

“Mohon untuk tetap pakai masker ya pak. Jangan lupa pakai masker ya bu,” kata Khofifah di sela-sela gowes di Pasar Gebang, Jember, Minggu (15/11/2020)

.Melihat rombongan gubernur, masyarakat Jember antusias menyambutnya. Tak sedikit pula warga yang meminta foto bersama Gubernur Khofifah. Dengan ramah, gubernur perempuan pertama di Jatim itu meladeni satu per satu warga untuk foto selfie.

Dalam kegiatan gowe bareng masyarakat ini, Khofifah juga didampingi Plt Bupati Jember Abdul Muqiet Arief dan juga Kepala Perwakilan BI Jatim, Kepala BPS Jatim, serta Dirut Bank Jatim.

Usai gowes, Gubernur Khofifah juga menyalurkan program pemulihan ekonomi pada warga Kabupaten Jember. Mulai dari penyerahan sertifikat program strategis nasional, bantuan langsung tunai dana desa, bantuan keuangan khusus BUMDes masing-masing Rp 50 juta, serta bantuan keuangan khusus Jatim Puspa mulai dari Rp 198 juta hingga Rp 269 juta.

Selain itu juga diserahkan penyaluran kredit pemulihan ekonomi nasional dan dagulir, bantuan program satu rekening satu pelajar, bantuan subsidi upah, juga KUR dan BanPUM.

“Semoga apa yang kita serahkan hari ini bisa menjadi pendorong pemulihan ekonomi Jawa Timur. Sehingga masyarakat sehat, ekonomi Jatim juga kembali kuat,” pungkas Khofifah.

Penyerahan dana bergulir (Dagulir) dari Bank Jatim kepada pegiat UMKM di Jember. Di antaranya, Rp 30 juta dan Rp 70 juta Sedangkan dari Bank UMKM, Dagulir disalurkan Rp 50 juta dan Rp 200 juta.

Kemudian, penyerahan Bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Bank Jatim disalurkan Rp 2,5 miliar, Rp 800 juta, Rp 50 juta) dan Rp 500 juta.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dari Bank BRI plafond hingga Rp 50 juta, 50 juta, Rp 10 juta. Lalu dari Bank Mandiri, KUR disalurkan sebesar Rp 200 juta), Rp 200 juta, Rp 200 juta, Rp 200 juta dan Rp 200 juta.

Dari BNI, KUR disalurkan Rp 75 juta dan Rp 25 juta, PEN disalurkan Rp 500 juta. Penyaluran Paket Kredit Petani Jawa Timur (PKPJ) diberikan Rp 25 juta, Rp 50 juta, Rp 50 juta, Rp 30 juta dan Rp 50 juta.

Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Jatim Puspa disalurkan ke Desa Tisnogambar Kecamatan Bangsalsari sebesar Rp 238.000.000, Desa Langkap Kecamatan Bangsalsari sebesar Rp 232.750.000, Desa Badean Kecamatan Bangsalsari sebesar Rp 269.500.000, Desa Sukorejo Kecamatan Sukowono sebesar Rp 253.750.000, Desa Balet Baru Kecamatan Sukowono sebesar Rp 222.375.000, Desa Mojogemi Kecamatan Sukowono sebesar Rp 198.750.000 dan Desa Dawuhan Mangli Kecamatan Sukowono sebesar Rp 214.500.000.

Penerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemberdayaan BUM Desa disalurkan kepada BUM Desa Sidodadi Makmur Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo dan BUM Desa Dukuh Dempok Desa Dukuh Dempok Kecamatan Wuluhan. Masing-masing mendapatkan Rp 50 juta.@sarifa

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun