LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui kualitas kopi asal Kabupaten Bondowoso. Karena itu, ia mendukung upaya berbagai pihak untuk terus mengembangkan penanaman kopi di wilayah Bondowoso yang memang terkenal sebagai ‘Republik Kopi’.

Untuk lebih memperluas jangkauan perdagangan kopi lokal asal wilayahnya ini, Khofifah meminta sinergi antar pemerintah dan pelaku usaha dapat terus diperkuat untuk memaksimalkan potensi kopi di Bondowoso.

“Kualitas dan kuantitas kopi di Bondowoso ini cukup advance karena itu, Pak Difi (Koela Kantor BI mengusulkan agar ada BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan trading house (rumah dagang bersama). Dan rupanya BUMD ini sudah disiapkan dua tahun lalu,” kata Khofifah usai mengunjungi UMKM Kopi Ya Hala di Kabupaten Bondowoso, Minggu (15/11/2020).

Pihaknya berharap upaya pembangunan dimaksimalkan agar BUMD khusus kopi segera berjalan hingga trading house siap untuk difungsikan.

“Kopi yang diolah para UMKM di Bondowoso, seperti Ya Hala ini prestasinya sudah didapatkan, jadi akses pasarnya yang kita lebih luas lagi. Ini akan bisa jadi sentra unggulan dari Bondowoso dengan produksi kopi yang secara kualitatif dan kuantitatif terjaga,” papar gubernur.


Gubernur Khofifah didampingi Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah dan Bupati Bondowoso Salwa Arifin saat mengunjungi UMKM Kopi Ya Hala di Kabupaten Bondowoso.

Pemprov Jatim sendiri, lanjut Khofifah, telah memberikan bantuan sebanyak 100 ribu batang kopi bagi para petani kopi. Karena pihaknya ingin memperbanyak proses pembibitan dan penanaman, karena penting untuk menjaga produktifitas kopi asal Bondowoso.

“Dari Kanwil BI sempat ada kekhawatiran, kemungkinan kalau permintaannya besar seperti Indonesia, tiga tahun kemudian bisa-bisa kita sudah impor. Sehingga ekstensifikasi lahan, menjadi penting. Selain itu, intensifikasi untuk bisa memberikan produksi yang maksimal juga perlu dilakukan,” imbuh gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Di sisi lain, Khofifah juga melihat tren kopi organik yang juga meningkat. Maka Pemprov juga mendukung para petani Bondowoso dengan memberikan bantuan 20 ribu pupuk organik.

“Harapan kami ini akan menjadi sentra kopi Bondowoso yang menjdi ikon republik kopi yang terus ditumbuhkembangkan,” tegasnya.@sarifa