LENSAINDONESIA.COM: Batalyon (Yon) 33 Grup 3 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD di Cijantung, akhirnya “turun gunung” alias terjun ke masyarakat untuk melakukan operasi kemanusiaan atau “operasi militer non perang fisik” menghadapi situasi wabah global Covid-19 yang masih terus berlanjut.

Gerakan ‘perang’ tanpa dar der dor Grup 3 Kopassus ini, rencananya dilakukan dengan agenda awal membagikan ribuan masker kepada masyarakat di sejumlah titik di wilayah Jakarta. Komandan Batalyon 33 Grup 3 Kopassus, Mayor Inf Andi Yuliazi dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan ini menggandeng Forum Wartawan Jakarta (FWJ).

“Mari kita sama-sama menciptakan program yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Komandan kami minta rekan-rekan wartawan FWJ bisa turut aktif mensupport kegiatan kemanusiaan ini,” kata Pasintel Batalyon 33 Grup 3 Kopassus, Lettu Inf Yudha Dwi Ramadhani
mewakili Mayor Inf Andi Yuliazi saat mengundang pengurus FWJ di Markas Batalyon 33 Grup 3 Kopassus di Cinjantung, Jakarta Timur, Rabu (18/11/2020).

“Menghadapi pandemi Covid-19 jangan sampai mengendor dalam hal mematuhi protokol kesehatan, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama tetap menjaga semangat melawan Covid-19. Kita siapkan beberapa program dengan diawali membagikan masker,” imbuh perwira milenial yang sangat familiar dengan para jurnalis ini.

FWJ mendukung kegiatan “perang” lawan Covid-19 terkait mencegah agar tidak terjadi gelombang-gelombang berikutnya yang lebih besar. Ini disampaikan langsung Ketua Umum FWJ Mustofa Hadi Karya alias Opan dalam pertemuan membahas dukungan FWJ terhadap agenda Batalyon 33 Grup 3 Kopasssus perang lawan Covid-19 tanpa dar der dor.

“FWJ sangat mengapresiasi agenda Batalyon 33 Grup 3 Kopassus ini. FWJ ikuti sosialisasi protokol kesehatan pembagian masker oleh Batalyon ini memang bukan hal baru. Tapi, kali ini, agendanya lebih gencar dalam membangkitkan kesadaran masyarakat bersama-sama melawan Covid-19, jurnalis wajib mendukung,” kata Opan yang datang bersama anggota dewan pembina FWJ  Joko Irianto Hamid dan Dewan Penasehat Lemens Kodongan serta para pengurus inti FWJ.

Yon-33 Grup-3 Kopassus “turun gunung” kali ini, sudah menyiapkan anggota untuk terjun ke masyarakat. Dipastikan operasi yang dilakukan menerapkan pendekatan beda. Para prajurit Kopassus ini tampil di tengah masyarakat tidak lagi seangker di medan perang ala militer. Prajurit juga diwajibkan dalam menegur masyarakat yang abai pakai masker harus sebatas lewat pendekatan “humanis”. Termasuk, sosialisasi jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun.

“Masukan rekan-rekan wartawan untuk memberikan reward bagi masyarakat yang patuh pakai masker, akan dipikirkan lagi,” kata perwira melineal ini, mengiyakan sebutan istilah “perang tanpa dar der dor”, juga terkait usulan Bendum FWJ Rindiani dan Ketua Bidang Organisasi FWJ Esa Catur Setiawan.

Operasi pembagian masker itu rencananya akan dilakukan pada Senin (23/11/2020), pekan depan. Sejumlah prajurit akan diterjunkan untuk berkomunikasi aktif dengan masyarakat di traffict light di Cijantung. Selain itu, juga akan mendatangi warga di daerah Kalisari dan Ciracas, yang masih wilayah Jakarta Timur.

Selain agenda sosialisasi protokol kesehatan pakai masker, Batalyon 33 Grup 3 Kopassus ini juga menyiapkan agenda bersinergi dengan warga untuk membuat pos pengamanan, sekaligus untuk memantau perkembangan wabah Covid-19 di masyarakat.

Menurut Pasintel yang akrab dipanggil Yudhi DR, pembuatan pos pengamanan itu masih difokuskan di daerah binaan kesatuannya di Jakarta Timur. Sebuah mobil ambulance juga akan diupayakan menjadi fasilitas yang biasa setiap saat melayani jika ada pasien.

“Boleh juga itu disebut pos ngadem,” saran Sekretaris FWJ, Moh Ichsan, yang jurnalis opini.com.  @redut