LENSAINDONESIA.COM: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berharap vaksinasi di Indonesia berjalan baik dan aman bagi masyarakat. Erick Thohir pun mengingatkan atau mewanti-wanti agar tidak terjadi transaksi jual beli vaksin Covid-19 secara ilegal di pasar gelap (black market).

Peringatan yang disampaikan Menteri Erick Thohir ini seiring dengan upaya distribusi vaksin kepada masyarakat yang akan dilakukan di Tahun 2021 mendatang.

Selain itu, pesan peringatan dari Erick Thohir agar perdagangan vaksin secara ilegal di pasar gelap tidak terjadi di Indonesia. Hal ini disinggung Erick Thohir karena kasus-kasus awal pada saat pandemi Covid-19, perdagangan ilegal seperti Alat Pelindung Diri (APD), polymerase chain reaction (PCR), dan alat kesehatan lain merambah Indonesia. Ini justru merugikan masyarakat sendiri, dan harus diantisipasi.

Karena itu, pemerintah berupa menghindari terjadinya perdagangan vaksin secara black market. Pemerintah pun akan menyusun konsep Satu Data ihwal penerima vaksin melalui sistem yang digodok oleh PT Telkom Indonesia (Persero) dan PT Bio Farma (Persero).

“Kalau ini ada loopholes (celah), ada peluang, ada oknum, nah jual-beli lagi vaksin. Nanti terkena yang disalahkan ya siapa? dan nanti keluarganya kalau ada apa-apa kan kasihan,” ujar Erick, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Sebelumnya, Erick Thohir mencatat, vaksin Covid-19 sudah mulai diperdagangkan di grey market. Di mana, vaksin secara legal diperdagangkan namun tidak melalui distribusi resmi.

Maka dari itu, Erick mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penawaran vaksin yang berasal dari grey market. Untuk mengantisipasi hal itu, kata Erick, pihaknya akan melakukan penandaan (barkot) bagi setiap jenis vaksin yang akan didistribusikan ke masyarakat.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun